Tak Daftar BPJS Ketenagakerjaan, Kejari Panggil 50 Perusahaan

Kita harapkan perusahaan atau pemberi kerja pun diharapkan menunaikan kewajibannya

Tak Daftar BPJS Ketenagakerjaan, Kejari Panggil 50 Perusahaan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak, Andry Rubiantara 

Tak Daftar BPJS Ketenagakerjaan, Kejari Panggil 50 Perusahaan

PONTIANAK  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pontianak memanggil 50 perusahaan kategori kecil dan menengah lantaran belum mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pemanggilan tersebut dilakukan bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) serta UPT Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Andry Rubiantara menegaskan, pemanggilan dilakukan setelah sebelumnya disampaikan teguran tertulis ke perusahaan atau pemberi kerja namun tidak diindahkan oleh pemberi kerja.

Baca: Cegah Karhutla di Kalbar, Badan Restorasi Gambut Sebut Sudah Bangun Sumur Bor

“Sudah dua kali kami surati, karena tidak memenuhi aturan itu mereka pun kami panggil kemarin bersama dengan kejari Pontianak” ujarnya

Ia menerangkan hal tersebut sebagai upaya untuk memberikan perlindungan terhadap para pekerja di Kota Pontianak agar didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
Dirinya menambahkan pemanggilan tersebut agar pemberi kerja menuntaskan kewajibannya dengan mengikutkan pekerjanya dalam program jaminan sosial.

Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 24 Tahun 2011, bahwa pemberi kerja yang tidak menyetor iuran yang menjadi beban peserta dari pekerjanya atau tidak menyetor iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS maka terancam denda Rp1 Miliar dan delapan tahun kurungan.

"Kita harapkan perusahaan atau pemberi kerja pun diharapkan menunaikan kewajibannya," ujarnya.

Baca: Paolus Hadi: Jangan Sampai Para Peladang Dikambinghitamkan

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kata Andry para perusahaan tersebut telah diminta menandatangani berita acara untuk mau ikutserta dalam program jaminan sosial bagi pekerjanya.

“Kami berikan kesempatan dengan membuat berita acara di atas materai dan diketahui langsung perwakilan atau pemilik usahanya yang datang. Kami ingin hingga akhir bulan ini semuanya sudah tuntas,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved