Horor Desa Penari

Horor KKN Desa Penari (Bagian 3) - Ekspresi Ganjil Widya hingga Wajah Nur Berubah dan Menakutkan

Berikut bagian 3 kisah horor yang dialami mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Penari viral di media sosial Twitter.

Horor KKN Desa Penari (Bagian 3) - Ekspresi Ganjil Widya hingga Wajah Nur Berubah dan Menakutkan
twitter
Horor KKN Desa Penari (Bagian 3) - Ekspresi Ganjil Widya hingga Wajah Nur Berubah dan Menakutkan. 

Berikut bagian 3 kisah horor yang dialami mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Penari viral di media sosial Twitter.

Cerita horor KKN di Desa Penari ini ditulis akun twitter SimpleMan di @SimpleM81378523 secara berseri.

Baca: Horor KKN Desa Penari (Bagian 1) - Keganjilan Sepanjang Perjalanan & Firasat Widya Setibanya di Desa

Baca: Horor KKN Desa Penari (Bagian 2) - Sampailah di Titik Paling Menakutkan, Ulah Usil Wahyu dan Anton

Bagian 3

Jadi cuma ngasih tau. cerita ini sangat panjang, karena gw harus menulis sedetail mungkin setiap kejadian selama 6 minggu itu. gw gak mau kehilangan setiap detail pengalaman si pencerita.

btw, waktu denger ini, gw itu lemes tiap ingat waktu di ceritain lebaran lalu
observasi berakhir ketika pak Prabu mengantar rombongan kembali ke rumah beliau.

ketika kembali, Wahyu dan Anton bertanya, dimana kamar mandi, ia tidak menemukan tempat itu di tempat mereka menginap, rupanya, setiap rumah di desa ini tidak ada satupun yang punya kamar mandi.
alasan kenapa tidak ada satupun rumah yang memiliki kamar mandi adalah karena sulitnya akses air.

tapi, pak Prabu menjelaskan, di bagian selatan Sinden, samping sungai, ada sebuah bilik dengan kendi besar di dalamnya, disana, bisa di gunakan untuk mandi.
tidak berhenti di situ, pak Prabu mengatakan bahwa, mulai hari ini, kendi di dalam bilik akan di usahakan selalu terisi penuh, terutama untuk mandi anak-anak perempuan.

untuk laki-laki, bisa mengisi air di kendi dengan cara menimba air dari sungai.
semua anak tampak paham, meski muka Wahyu dan Anton tampak keberatan, namun mereka tidak dapat melakukan apa-apa.

sekembalinya ke penginapan, Widya melihat Nur tengah tidur, hari itu di akhiri dengan rapat dengan semua anak, lalu kembali ke kamar untuk mengerjakan laporan.
Sore menjalang malam.

Nur sudah bangun, saat itu juga, Widya memintanya untuk mengantarkan dirinya pergi ke kamar mandi di bilik samping Sinden, awalnya Nur tampak tidak mau, tapi karena di paksa, kahirnya ia pun ikut dengan catatan, Nur adalah yang pertama masuk bilik.
Widya setuju. ia gak berpikir aneh-aneh.

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved