Rokok Elektrik Tak Aman, Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Misterius Berkaitan dengan Vape

Parahnya, beberapa pasien ini dirawat di ruang intensif dan menggunakan ventilator untuk membantu mereka bernapas dan tetap hidup.

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ALFONS PARDOSI
Liquid vape asal Malaysia yang ditangkap jajaran Polres Bengkayang dan Polsek Seluas beberapa waktu lalu 

Rokok Elektrik Ternyata Tak Aman, Hampir 100 Kasus Penyakit Paru-paru Misterius Berkaitan dengan Vape

ROKOK elektrik atau yang juga dikenal sebagai Vape tengah mendapat sorotan. 

Vape, diperkirakan tak aman dikonsumsi dan ditenggarai terkait dengan temuan hampir sekitar 100 penyakit pau-paru misterius baru-baru ini. 

Dikutip dari Kompas.com, baru--baru ini sejumlah remaja di 14 negara bagian di Amerika termasuk di antara banyaknya korban penyakit paru-paru misterius yang tampaknya berkaitan dengan penggunaan vape atau  vaping.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit - Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, banyak dari mereka yang terserang cedera paru-paru akut akibat vaping.

Baca: Polisi Tangkap Selebgram Edarkan Liquid Vape Mengandung Ganja Cair, Dapat Upah Ratusan Dollar

Baca: Ngopi Sambil Pilih-pilih Luquid Vape di Ngabang, Di Sini Tempatnya

Parahnya, beberapa pasien ini dirawat di ruang intensif dan menggunakan ventilator untuk membantu mereka bernapas dan tetap hidup.

Otoritas medis mengatakan, belum jelas apakah pasien bisa pulih sepenuhnya.

Menurut CDC, setidaknya 31 kasus telah dikonfirmasi pada pertengahan Agustus lalu. CDC mengatakan, sedang menyelidiki 94 kemungkinan kasus di 14 negara bagian.

Para pejabat kesehatan memeringatkan para dokter dan masyarakat, agar waspada terhadap apa yang bisa terjadi akibat cedera paru-paru yang parah dan berbahaya ini.

Gejala penyakit tersebut termasuk kesulitan bernapas, sesak napas, dan nyeri dada. Beberapa pasien juga dilaporkan mengalami demam, batuk, muntah, dan diare.

Baca: 8 Alasan Rokok Vape Tak Aman Dikonsumsi

Baca: Yuk Ikutan Vape Journey West Borneo 2018, Ada Hadiah Menarik Menanti Kamu

CDC bekerja dengan departemen kesehatan di lima negara bagian dengan kasus yang dikonfirmasi. Kelima negara bagian tersebut adalah California, Illinois, Indiana, Minnesota, dan Wisconsin.

Rekanan berusaha menentukan penyebab kondisi tersebut, setelah sekelompok penyakit paru-paru yang berhubungan dengan pemakaian rokok elektronik di kalangan remaja dan dewasa dilaporkan selama beberapa minggu terakhir.

Meski demikian, CDC mengatakan belum ada bukti yang konsisten. Tercatat beberapa kasus tampak serupa, tetapi tidak dapat dipastikan apakah penyakitnya berkaitan dengan alat rokok elektronik itu sendiri atau dengan bahan-bahan spesifik dan kontaminan yang dihirup melalui rokok itu.

Para pasien mengaku, menghirup berbagai zat, termasuk nikotin dan produk dengan bahan dasar ganja yang diolahnya sendiri di rumah.

Atas kejadian ini, CDC memberitahu semua tenaga kesehatan dan dokter di seluruh negeri tentang penyakit apa yang harus diperhatikan. Departemen kesehatan negara bagian juga telah mengeluarkan peringatan terkait hal ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved