26 Kg Narkoba Masuk ke Kalbar dari Malaysia, Sutarmidji: Tindak Tegas Peredaran Narkoba

Dirinya juga menyesalkan, narkoba yang masuk ke Kalbar ini sudah melalui bandara udara Supadio yang berhasil diungkap jajaran Polda Kalbar.

26 Kg Narkoba Masuk ke Kalbar dari Malaysia, Sutarmidji: Tindak Tegas Peredaran Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat menanyai tersangka saat press release pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 26 kilogram di Mapolda Kalbar, Senin (26/8). 

Citizen Reporter
Humas Pemerintah Provinsi Kalbar, Agung 

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji mengapresiasi jajaran Polda Kalbar yang berhasil mengagalkan peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 26 kilogram yang diduga kuat masuk dari Malaysia.

"90 persen narkoba yang masuk di kalbar berasal dari malaysia, kita akan sampaikan ke Kementerian Luar negeri untuk di kordinasikan agar pihak malaysia tegas untuk masalah pencegahan narkoba ini," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji saat press release di Mapolda, Senin (26/8/2019).

Dirinya juga menyesalkan, narkoba yang masuk ke Kalbar ini sudah melalui bandara udara Supadio yang berhasil diungkap jajaran Polda Kalbar.

Baca: Gubernur Sutarmidji Ingin Penindakan Maksimal ke Palaku Kejahatan Narkoba

Baca: Ungkap 2 Kasus Narkoba Sekaligus, Polresta Pontianak Amankan 26 Kg Sabu

Ia pun berencana akan menyurati beberapa kementerian yang ada di pusat untuk melakukan sinergitas dalam pencegahan masuknya narkoba ke Kalbar.

"Saya sebagai wakil pemerintah psuat di daerah akan menyampaikan beberapa hal, tadi saya sudah minta data-datanya sampai agustus sudah berapa kasus narkoba yang ditangani," tuturnya.

Orang nomor satu di Kalbar ini, ada ketidak seriusan dari beberapa intansi dalam pencegahan masuknya narkoba ke Bumi Khatulistiwa, agar lebih teliti dan serius dalam penanganan narkoba.

"Bahkan ada yang masuk melalui udara, ini kan satu hal yang sangat miris bagi kita. kemudian masuk melalui pintu-pintu resmi entikong, aparatur kita yang didepan seperti pelabuhan, border, seharusnya lebih cekatan dan lebih teliti guna mencegah masuknya narkoba di kalbar. Jangan sampai ada narkoba masuk melalui pintu resmi, itu menujukan ketidak seriusan kita menangkal hal-hal yang merusak generasi muda kedepannya," tegasnya.

"Kalo narkoba bisa lolos, apalagi hal-hal lain seperti Perdagangan-pedagangan yang ilegal juga pasti akan lebih mudah masuk ke negara kita, karena dibiarkan. Saya tidak akan diam, begitu data ada sama saya akan saya laporkan ke kementerian masing-masing," kata Gubernur Kalbar H. Sutarmidji.

Ia pun memberi contoh dari hasil temuan yang didapatinya, seperti saat kunjungannya ke kecamatan temajok, Kabupaten Sambas dimana pintu perbatasan resmi hanya dijaga satu orang imirgrasi, padahal pintu perbatasan harus dijaga ketat.

"Seperti kita lakukan kunjungan ke temajok yang berbatasan langsung itu. imigrasinya tidak ada, kalo ada pun satu jak petugasnya, masuknya siang jam 1. Selain itu, di Lembaga Permasyarakatan Hp saja bisa masuk ke sana, nah ini akan kita sampaikan dengan pemerintah pusat, kita akan sampaikan semuanya masalah-masalah yang ada di Kalbar ini, termasuk dari angkasa pura kita akan juga menyampaikan permasalahan yang ada," tandasnya.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji berharap seluruh perangkat daerah serta instansi terkait untuk tegas melakukan penindakan tindak pidana narkoba secara maksimal dan tidak ada kata ampun bagi pelaku pengedar dan bandar narkoba yang berhasil ditangkap.

"Kalo penindakan, saya berharap dilakukan yang maksimal dan dibenarkan, kita tidak ada boleh toleransi. Yang dari kejaksaan, pengadilan semuanya harus serius jangan ada lagi di beri hukuman ringan empat tahun, lima tahun dan lain-lain. Nanti para tersangka narkoba tidak jera saat keluar dari penjara dan mengulang kembali perbuatannya harus ada efek jera," ujarnya.

"Semua intansi yang ada harus sinergitas, guna menangkal barang haram itu masuk ke Kalbar," tutup H Sutarmidji.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved