Praktisi Durian Dunia Karim Aristedes: Durian Balai Karangan Terbaik di Dunia

Kegiatan Talks Show Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019 membahas mengenai potensi durian unggulan di Eksplorer

Praktisi Durian Dunia Karim Aristedes: Durian Balai Karangan Terbaik di Dunia
TRIBUN/HEN
Pencinta durian Indonesia menunjukkan durian asal Balai Karangan sebelum disantap, di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (15/8/2015). 

Praktisi Durian Dunia Karim Aristedes: Durian Balai Karangan Terbaik di Dunia 

PONTIANAK - Kegiatan Talks Show Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019 membahas mengenai potensi durian unggulan di Eksplorer dan praktisi durian dunia, Karim Aristedes mengaku bangga kepada Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji karena langsung merespon bahwa di Kalimantan Barat khususnya di Balai Karangan, sebagai Plasma Nutfah zibethinus durian terbaik di dunia.

“Dari pengamatan saya sejak 2009. Saya  menilai dari 13 durian di Balai Karangan, ada 10 durian yang dagingnya mencapai 2-3 cm, sisanya yang 3 durian baru 1 cm. Sekarang kita bisa lihat di kontes durian ini, dari berbagai daerah seperti dari Sambas, Singakwang, Punggur, Balai Karangan, dominasi juara 1-6 adalah dari Balai Karangan,” ungkapnya.

Eksplorer dan praktisi durian dunia ini pun telah mencatatat poin penting dari hasil pengamatannya selama ini, bahwa durian Balai Karangan bukan hanya yang terbaik di Kalbar ataupun di Indonesia, tapi menjadi yang terbaik di Dunia.

“Durian kita sudah mengalahkan Musang King dan Oci. Kita harus percaya diri akan ini. Sekarang tinggal bagaimana kita melangkah lebih jauh, karena saat ini kita sudah melepas 104 macam variestas durian tapi tidak ada 1 kebun pun yang sukses,” kata Karim.

Baca: TRIBUNWIKI: Sebaran Jumlah Penduduk di 9 Kecamatan Kubu Raya

Baca: VIDEO: Warga Menikmati Akhir Pekan di Pantai Pulau Datok

Baca: Durian Kunyit, Si Kuning Unggulan Kalbar Pemenang di Festival Durian

Menurutnya, jika pengembangan durian ini mau sukses harus menggerakan pengusaha-pengusaha besar di Indonesia.

“Kalau kita mau expor kita harus tentukan varieties nya, kita harus menggerkan pengusaha besar, inilah langkahnya. Kalau sekarang kan begitu Musangking terkenal, se Indonesia tanam musangking semua. Tapi tidak tau penyakitnya dimana, produktifitasya bagaimana. Mestinya kita punya varietas bagus dari Balai karangan, kita merangsang pengusaha untuk menanam dan mereka expor. Misalnya serumbut kita pasarkan benar-benar, kalau tekenal kita punya market leader yang luar biasa,” jelasnya.

Ia mengatakan budidaya durian di Indonesia masih ketinggalan, tapi berkat kecanggihan teknologi ini, petani bisa dengan mudah untuk belajar.

Namun tetap membutuhkan dana yang sangat besar untuk durian.

“Dengan bapak Gubernur menggaungkan durian di Kalbar, ini benar-benar the best part karena sudah bisa melestarikan hutan, mengurangi Kelapa Sawit di Kalbar, yang sifatnya dapat merusak lingkungan. Kita harus pintar-pintar, bagaimana durian yang bagus ini dapat dikembangkan dan bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Maka akan meningkatkan perekonomian. Dengan penanaman durian dikalbar, pembakaran hutannya juga bisa berkurang,” jelasnya lagi.

Pada kesemptan ini, ia juga mengungkapkan bahwa kriteria durian terbaik dinilai dari warna daging, ketebalan, seratnya, keadaan daging, cita rasa, hingga kelezatannya. Menurutnya durian kunyit layak meraih juara pertama karena hampir seluruh kriterianya, nyaris sempurna. 

“Durian kunyit itu boleh dikatakan hampir mendekati sempurna, karena itu pantas menjadi pemenang pertama,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved