Pemkot Singkawang Raih Penghargaan Komitmen Pada Penyuluh Agama Islam

Oleh karena itu penyuluh agama harus selalu berinovasi, menguasai IT dan materi kekinian yang dapat diaplikasikan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan (kanan) menerima penghargaan dari Kementerian Agama RI kepada Pemkot Singkawang atas komitmen dan perhatian pemerintah kepada penyuluh agama islam di Holiday Inn Suites Hotel Jakarta, Rabu (21/8/2019). 

 Pemkot Singkawang Raih Penghargaan Komitmen Pada Penyuluh Agama Islam

SINGKAWANG -Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang menerima penghargaan dari Kementerian Agama RI atas komitmen dan perhatian pemerintah kepada penyuluh agama islam. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Wali kota Singkawang, Irwan  di Holiday Inn Suites Hotel Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Selain Pemerintah Kota Singkawang, penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Kota Lampung dan Pemerintah Kabupaten Morowali.

Baca: Usman: Pemekaran Sungai Raya Sudah Keharusan

Baca: Juara Karnaval Tenun Lunggi Kabupaten Sambas 2019, Ini Ungkapan Deni Haryadi

“Penghargaan yang diterima ini merupakan komitmen dan perhatian pemerintah daerah kepada penyuluh agama islam baik yang PNS maupun yang Non PNS,” kata Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan, Minggu (25/8/2019).

Irwan mengatakan bahwa penyuluh agama islam adalah ujung tombak bagi dakwah islam.

Penyuluh agama islam ini, berperan sebagai panutan, teladan, sekaligus sebagai rujukan dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ikhwal keagamaan.

Penyuluh harus selalu mengikuti perkembangan zaman dan selalu mencari jawaban atas persoalan-persoalan umat yang komplek di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu penyuluh agama harus selalu berinovasi, menguasai IT dan materi kekinian yang dapat diaplikasikan,” tuturnya.

Semantara itu Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengajak penyuluh agama Islam di Indonesia untuk mendakwahkan Islam sebagai agama yang menebarkan salam dan kedamaian.

"Agama itu mengajak kebajikan. Mari bawakan Islam dan dakwahkan Islam sebagai agama yang menebarkan salam dan kedamaian kepada siapa pun di mana pun dan kapan pun. Dakwah itu mengajak, bukan sebaliknya, agama membuat kita saling terpisah-pisah," kataya.

Ia pun menyebut Islam adalah agama kemanusiaan dan hadir untuk mengangkat harkat martabat kemanusiaan sesuai perkembangan peradaban zaman. Inti ajaran Islam adalah kemanusiaan.

"Saya mengajak kepada penyuluh. Saudaralah yang berada di garda terdepan untuk senantiasa menjaga dan memelihara warisan peninggalan yang baik baik dari para pendahulu," ajak Menteri Agama RI.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved