Bersyukur Dapat Bantuan Kursi Roda, Begini Kisah Orangtua Pemilik Anak Disabilitas di Mempawah

Para penyandang disabilitas di Kabupaten Mempawah yang mendapat bantuan kursi roda dari Komunitas Bersama Kita Melawar

Bersyukur Dapat Bantuan Kursi Roda, Begini Kisah Orangtua Pemilik Anak Disabilitas di Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Komunitas Bersama Kita Melawar menyerahkan bantuan kursi roda kepada penyandang disabilitas di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (24/8/2019). 

Bersyukur Dapat Bantuan Kursi Roda, Begini Kisah Orangtua Pemilik Anak Disabilitas di Mempawah

MEMPAWAH - Para penyandang disabilitas di Kabupaten Mempawah yang mendapat bantuan kursi roda dari Komunitas Bersama Kita Melawar mempunyai kisahnya masing-masing.

Seperti Saptono (51) warga Dusun Parit Serikat, Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir, sehari-hari berprofesi sebagai penjual jamu tradisional yang mangkal di depan Kantor Pos Mempawah.

Dengan pendapatan yang pas-pasan dia harus menghidupi buah hatinya Wiwit Kurniawan (25) yang menyandang disabilitas.

Ibu Wiwit, Sopiah (50) setiap hari hanya berdiam diri dirumah, sebab tidak bisa melepaskan anaknya yang harus dibantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Saya tidak bisa kemana-mana, paling hanya pergi sebentar setelah itu harus pulang kerumah lagi, makanya suami jualan sendiri, Wiwit ini tidak bisa beraktivitas sendiri, saya yang harus membantunya," tutur Sopiah.

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Lifter Angkat Besi Kalbar Riska Oktaviana, Prestasi Perlu Proses

Baca: UNGGUL 2 Gol, Persela Tinggalkan Tira Persikabo, Hasil Sementara Liga 1, Cek Link Live Streaming

Baca: Penjual Sayur Keliling Terciduk Dekati Istri Orang, Kabur Tinggalkan Motor saat Suaminya Datang

Ketika datang rombongan Komunitas Bersama Kita Melawar yang membawa satu unit kursi roda, Sopiah merasa bersyukur sekali, sebab pekerjaan akan dipermudah.

"Saya berterimakasih sekali kepada mereka yang telah memberikan kursi roda ini, sebab itu sangat bermanfaat sekali untuk anak saya, dulu pernah punya kursi roda tapi karena pernah jatuh dari situ akhirnya dia tidak mau lagi, trauma dia, sekarang dia senang karena bisa jalan-jalan keluar rumah," kisahnya.

Kemudian ada lagi kisah tentang Syahrizal (43), seorang nelayan yang berdomisili di Dusun Suka Damai, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir.

Dia dan istrinya, Juliana (43) memiliki seorang anak penyandang disabilitas bernama Danu Ardiansyah (16).

"Bapaknya sehari-hari kerja nelayan, selama musim kemarau ini pendapatan ikan kurang, jadi sementara masih kerja tukang, dengan adanya bantuan kursi roda ini, kita sangat berterimakasih sekali, inilah yang selama ini kita butuhkan," tutur Juliana.

Dia merasa sangat bahagia sekali mendapat kursi roda, karena selama ini anaknya hanya berada didalam rumah, depan pintu depan rumah tepat di bagian bawah dipasang papan palang agar anaknya tidak keluar rumah, sebab ia khawatir anaknya terjatuh.

"Anak saya ini suka main diluar rumah, tapi karena dia sudah besar kita harus ekstra menjaganya, maknya depan pintu dipalang papan, untuk potong rambut saja susah karena tidak bisa dibawa ke tukang pangkas, makanya rambut dia sudah panjang, sekarang ada kursi roda akan langsung saya bawa potong rambut," tutupnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved