Belajar dari Pengalaman, Lidia Menjadi Chef Andalan di Aston Pontianak

Maulidya Agustina merupakan satu diantara chef Dynasty khusus makanan China yang ada di Hotel Aston Pontianak.

Belajar dari Pengalaman, Lidia Menjadi Chef Andalan di Aston Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Chef Dynasty Hotel Aston Pontianak, Maulidia Agustina 

Belajar dari Pengalaman, Lidia Menjadi Chef Andalan di Aston Pontianak

PONTIANAK - Maulidya Agustina merupakan satu diantara chef Dynasty khusus makanan China yang ada di Hotel Aston Pontianak.

Menjadi Seorang Chef Makanan Chinese bukan lah perkara mudah. Setiap waktu dan perjalanan menjadi tantangan tersendiri untuk menyalurkan sebuah hobi yang mahal.

Panggilan akrabnya yang sering disebut Lidia itupun jarang diketahui banyak orang. Pengalaman kerja selama 7 tahun menjadikan dirinya untuk betah dalam menekuni bidang kuliner di Aston Pontianak.

Lidia kini juga menjadi chef utama dalam pembuatan Makanan seperti dimsum, bakpau, dan aneka makanan Chinese lainnya.

Hotel Aston Pontianak memang sudah lama terkenal akan makanan favorit yaitu dimsum. Melalui tangan seorang chef yang begitu ikhlas dalam bekerja, ia selalu cekatan menikmati proses pekerjaannya.

Baca: Rutan Sanggau Kembali Panen Ikan Lele Yang Dikelola Warga Binaan Rutan Sanggau

Baca: Jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Sanggau, Kasus Narkoba Capai 212 Orang

Baca: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Satgas 301 Gelar Bakti Sosial Bagi Warga Perbatasan

"Kalau kerja itu saya tidak seperti orang lain, harus tepat waktu pulang. Kalau saya, pagi tetap ontime, namun pulangnya belum tentu. Karena itu tadi, saya merasa bertanggung jawab atas setia pekerjaan saya ini. Jika belum selesai ya belum pulang," jelasnya.

Pengalaman ini juga didapatkan dari seniornya saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Aston bagian Dynasty. Ia menceritakan, bahwa saat pertama kali dipanggil untuk pindah ke bagian Dynasty ia sangat merasa gugup.

"Sebelumnya saya itu bekerja di bagian kantin, yang masak khusus untuk karyawan. Tidak ada kepikiran sama sekali bisa masuk bagian Dynasty karena itu sulit, dan punya tahapan belajar tersendiri," sebutnya.

Pengalaman itulah yang membuatnya terus berusaha untuk belajar dalam meniti karirnya. Dimana saat ia menjadi assisten chef, bagian Dynasty banyak kesalahan yang pernah ia lakukan, seperti pembentukan adonan yang beda ukuran atau besar kecil.

"Pusing dulu, saya gak bisa nyamakan ukuran. Masih banyak yang besar kecil. Nah, dimsum dan bakpau itu ukurannya harus sama, tekstur nya, rasa dan bentuk warna tidak boleh berbeda. Itu yang menjadikan Dynasty di Aston berbeda dari yang lainnya," ujar Lidia.

Lanjutnya, bahwa chef yang mengajar lebih kejam dari saat ini ternyata bukan kejam dari sifat asli. Namun ketegasan dalam memimpin dan memasak harus di miliki seorang chef. Karena chef, bisa membedakan makanan, citarasa, dan membentuk makanan tersebut menjadi indah.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved