Paguyuban Transmigrasi di Kabupaten Sambas, Gelar Pertunjukan Asal Ponorogo

Paguyuban Jawa di Kabupaten Sambas, sore tadi melaksanakan kegiatan pertunjukan Reog Ponorogo, di halaman kantor Bupati Sambas.

Paguyuban Transmigrasi di Kabupaten Sambas, Gelar Pertunjukan Asal Ponorogo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Penampilan Reog Ponorogo, di Halaman Kantor Bupati Sambas, Jum'at (23/8/2019) 

Paguyuban Transmigrasi di Kabupaten Sambas, Gelar Pertunjukan Asal Ponorogo

SAMBAS - Paguyuban Jawa di Kabupaten Sambas, sore tadi melaksanakan kegiatan pertunjukan Reog Ponorogo, di halaman kantor Bupati Sambas.

Ketua Paguyuban Transmigrasi Sambas, Sutopo mengatakan kegiatan itu di laksanakan dalam rangka memperingati HUT RI Ke-74 dan Hari Jadi Kota Sambas dan Perpindahan ibu kota Kabupaten Sambas Ke-20.

Ia mengatakan, reog itu sendiri adalah sebuah kesenian dari Jawa Timur, tepatnya Ponorogo. Yang terkenal dengan warog Ponorogo.

"Filosofi reog ini dari Jawa Timur, Ponorogo. Biasanya di tampilkan pada saat kegiatan atau hari-hari besar, seperti pernikahan ataupun pada saat 17 Agustusan ini," ujarnya, Jum'at (23/8/2019).

Baca: Tokoh Masyarakat Transmigrasi Hapsak Sebut Reog Jadi Upaya Untuk Lestarikan Adat dan Budaya

Baca: Buka Rakor Verival Data Kemiskinan, Ini Penegasan Yohanes Ontot

Baca: Bupati Sambas Atbah Suhaili Komit Ciptakan Pasar Untuk Produk Pertanian

Ia menjelaskan, untuk penampilan sore ini di tampilkan oleh delapan suku yang ada di Sambas.

"Inilah kebanggaan dari masyarakat Transmigrasi," ungkapnya.

"Ini di tampilkan oleh anak SMP dan SMA. Dan terdiri dari delapan suku termasuk Melayu dan Dayak," katanya.

Ia katakan, itu kegiatan kolaborasi antara semua suku yang di tampilkan satu.

Untuk diketahui, ini juga merupakan kegiatan yang ketiga kalinya di tampilkan di Kabupaten Sambas untuk peringatan HUT Republik Indonesia.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved