Lima Pejabat Tinggi Negara Batal ke Mempawah, Persiapan Penyambutan Sudah Dilakukan dengan Matang

Lima pejabat tinggi Negara yakni para Jenderal dan Menteri batal melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Lima Pejabat Tinggi Negara Batal ke Mempawah, Persiapan Penyambutan Sudah Dilakukan dengan Matang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Alfret Denny D.T, didampingi Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, dan Komandan Kodim 1201/Mph, Letkol Arm Anom Wirasunu telah meninjau lokasi karhutla yang semakin meluas di Telayar, Jumat (23/8/2019) 

Lima Pejabat Tinggi Negara Batal ke Mempawah, Persiapan Penyambutan Sudah Dilakukan dengan Matang

MEMPAWAH - Lima pejabat tinggi Negara yakni para Jenderal dan Menteri batal melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Mempawah, persisnya di Dusun Tekam (Telayar), Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.

Lima petinggi Negara tersebut adalah Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Sebelumnya para petinggi Negara tersebut dijadwalkan datang ke Kalimantan Barat dan meninjau lokasi karhutla yang mengharuskan satu unit bangunan Sekolah Dasar yakni SDN 19 Mempawah Timur, TNI dan Polri sudah melakukan berbagai macam persiapan guna menyambut kedatangan mereka.

Baca: Dandim Stefie Sebut Perbedaan di Indonesia Merupakan Sumber Kekuatan Dahsyat

Baca: Hasil & Klasemen Liga 1 Terkini: Tajam di Ujung Laga, PSS Kalahkan PSM & Salip Madura United

Baca: Sosialisasi Optimalisasi Bintal Fungsi Komando Tingkatkan Kualitas Keimanan dan Disiplin Prajurit

Jika sesuai dengan rundown acara, para petinggi Negara tersebut akan tiba di Kota Pontianak, dan bergerak menuju Yonzipur 6/SD di Kecamatan Anjongan menggunakan helikopter, dan bergeser ke simpang Telayar dengan mobil dan dilanjutkan dengan motor roda dua ke lokasi karhutla.

Pasa Jumat (23/8) siang, usai salat Jumat, ratusan personel TNI dan Polri sudah siaga di sekitar simpang Telayar, beberapa Aparatur Sipil Negara juga sudah berada di tenda yang telah dipersiapkan di hari sebelumnya untuk menyambut kedatangan petinggi negara dan para menteri.

Pada Jumat pagi, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Alfret Denny D.T, didampingi Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, dan Komandan Kodim 1201/Mph, Letkol Arm Anom Wirasunu telah meninjau lokasi karhutla yang semakin meluas.

Dalam peninjauan awal tersebut, sebagai persiapan kedatangan para Jenderal dan Menteri tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, KPH, dan stakeholder lainnya sudah berjibaku memadamkan api karhutla yang merembet di Desa Antibar.

Ratusan tim gabungan juga sudah beraksi melakukan pendinginan di lokasi karhutla sejak pagi hari.

Namun, sampai sore hari, para Jenderal dan Menteri yang direncanakan datang ke Mempawah dipastikan batal, mereka hanya datang ke Kota Pontianak dan menggelar rapat koordinasi tertutup.

Padahal kedatangan mereka ke lokasi karhutla di Mempawah sangat diharapkan agar bisa melihat langsung kondisi lapangan dan dapat memberikan solusi untuk mengatasinya.

Akhirnya tim gabungan yang sudah berada di lokasi membubarkan diri dan kembali ke instansi masing-masing.

Berdasarkan data yang diterima Tribun dari BPBD Kabupaten Mempawah, bahwa sampai bulan Agustus ini luas lahan yang terbakar mencapai 714.5 hektar.

Dimana 350 hektar diantaranya terjadi di Dusun Tekam (Telayar), Kecamatan Mempawah Timur, 250 hektar di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan, dan 20 hektar di Desa Antibar, Kecamatan Memapawah Timur dan beberapa titik di Kecamatan lainnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved