Lagi-lagi Sekolah Terbakar Akibat Karhutla, Warga Telat Padamkan Api, SDN 17 Sidai Jadi Arang

Lagi-lagi kebakaran lahan menganguskan aset negara, kali ini bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Sidai yang berlokasi Dusun Jugan

Lagi-lagi Sekolah Terbakar Akibat Karhutla, Warga Telat Padamkan Api, SDN 17 Sidai Jadi Arang

BENGKAYANG - Lagi-lagi kebakaran lahan menganguskan aset negara, kali ini bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Sidai yang berlokasi Dusun Jugan, Desa Sidai, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, nyaris rata dengan tanah akibat dibakar api pembakaran lahan pada, Rabu (21/8/2019) sore sekitar pukul 17.20 WIB.

Sebelumnya hal serupa juga terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalbar, dimana bangunan SDN 19 Telayar, Kecamatan Mempawah Timur disapu rata oleh api kebakaran lahan.

Terkait kebakaran yang menghanguskan SDN 17 Sidai, Kapolsek Ledo, Ipda MK Siregar melalui bahan keterangannya yang diterima Tribun menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari warga berinisial YH yang membakar lahan sekitar pukul 14.30.

"Lahan yang dibakar itu ada dua lokasi, pertama berjarak sekitar 50 meter dari bangunan sekolah, dalam aktivitas pembakaran itu dia dibantu oleh pamannya MR untuk menjaga api, dan sekitar pukul 16.00," katanya.

Kemudian kata Ipda Siregar, YH langsung melanjutkan untuk membakar lahan kedua yang dibatasi oleh rumpun bambu antara lahan dan bangunan sekolah.

Baca: Sosialisasi Peningkatan Jaringan Kerjasama UMKM dengan Pihak Perbankan

Baca: Lismaryani Sutarmidji: Ingin Dipanggil Nenek Oleh Cucu Pertamanya

Baca: Zona Nyaman Adalah Tempat Terlarang Untuk Didiami

"Baru 15 menit berjalan, tiba-tiba api merembet ke bagian atap sekolah yang terbuat dari papan kayu, YH kemudian langsung mendobrak pintu sekolah untuk memadamkan api," ungkap Ipda Siregar.

Meski YH sudah berupaya kata dia, api begitu cepat membesar melalap bangunan sekolah yang sebagian besae bermaterial kayu.

"Ketika api sudah besar, warga sekitar berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya," tambahnya.

Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 3 unit bangunan sekolah menjadi arang akibat dilalap jago merah. Bangunan yang terbakar meliputi 2 toilet dan ruang kelas 1, 2 dan 3 berukuran 8x16 meter persegi.

Ipda Siregar mengatakan, saat ini warga yang membakar lahan yang mengakibatkan bangunan sekolah ludes sudah ditahan di Polres Bengkayang.

"Informasi terakhir yang kita terima, terduga pelaku sudah ditahan di Polres Bengkayang, saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut," pungkasnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved