Wabup Pamero Paparkan Daun Kratom Dalam Workshop di Kementerian LH dan Kehidupan

Saya telah menyampaikan masalah daun kratom dalam workshop itu, dimana secara umum tentang tumbuhan purik atau kratom

Wabup Pamero Paparkan Daun Kratom Dalam Workshop di Kementerian LH dan Kehidupan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero 

 Wabup Pamero Paparkan Daun Kratom Dalam Workshop di Kementerian LH dan Kehidupan

KAPUAS HULU - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero saat ini sedang menghadiri acara workshop tentang daun kratom atau purik yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Hotel Rancamaya Bogor.

Dalam workshop tersebut, jelas Antonius diharapkan untuk mengoptimalkan budidaya hasil hutan bukan kayu, salah satunya adalah purik atau kratom dapat ditindaklanjuti, paling tidak untuk saat ini dapat masuk secara resmi sebagai hasil hutan bukan kayu kehutanan.

"Saya telah menyampaikan masalah daun kratom dalam workshop itu, dimana secara umum tentang tumbuhan purik atau kratom yang saat ini merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu," ujar Antonius L Ain Pamero, Rabu (21/8/2019).

Selain itu juga kata Anton, daun kratom merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang secara alami tumbuhan di Kapuas Hulu, bahkan dibeberapa tempat bisa dijumpai pohonnya yang berdiameter satu setengah meter.

Baca: Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Sebar Maklumat Kapolda Kalbar

Baca: Kabid PTKP HMI Cabang Pontianak Prihatin Peristiwa Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

"Dari pendataan sementara, purik terakhir oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ada 74 Desa dari 278 Desa, yang membudidayakan tanaman purik atau kratom. Terdiri dari 10.747 petani kratom dengan luas tanam total 6.236,47 hektar tanaman, yang berisi sebanyak 8.790.405 batang kratom yang bervariasi," ucap Antonius L Ain Pamero.

Wabup menuturkan, investasi tanaman kratom sebagian besar merupakan swadaya masyarakat, dari pembibitan sampai pemeliharaan dan sebagian dibudidayakan melalui dukungan program forclime.

"Saat ini diperkirakan menghasilkan panen daun kratom segar 2.757 ton perbulan, atau terdapat penerimaan pendapatan oleh masyarakat total lebih kurang 13,78 milyar perbulan, dengan harga basah 5.000 perkilogram," ungkap Antonius L Ain Pamero.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved