Sarah Novitri Karlina Ngaku Diteror! Saksi Pihak Farhat Abbas di Kasus Video Asusila Hotman Paris
Dugaan penyebaran konten video asusila yang dilakukan Hotman Paris kini masih menimbulkan berbagai pertanyaan.
Sarah Novitri Karlina Ngaku Diteror! Saksi Pihak Farhat Abbas di Kasus Video Asusila Hotman Paris
Dugaan penyebaran konten video asusila yang dilakukan Hotman Paris kini masih menimbulkan berbagai pertanyaan.
Aksi saling sindir menyindir antara Hotman Paris dan Farhat Abbas pun menjadi bumbu perseteruan dua pengacara kondang tersebut.
Terbaru, salah satu saksi dari pihak Farhat Abbas mengaku jika dirinya telah mengalami teror oleh pihak tertentu yang disinyalir adalah follower dari Hotman Paris.
Kedua saksi dari pihak Farhat Abbas itu adalah William Affandi dan Sarah Novitri Karlina.
Rupanya, Sarah Novitri Karlina telah diteror semenjak memutuskan untuk menjadi saksi dari pihak Farhat Abbas.

Hal tersebut diungkapkan Farhat Abbas ketika mendampingi dua orang saksinya itu untuk melakukan pemeriksaan di kantor polisi.
Awalnya, Farhat Abbas menerangkan bahwa kedua saksi yang didampinginya dalam kasus penyebaran koten asusila lewat Instagram Hotman Paris telah dilakuka pemeriksaandi kantor kepolisian.
Farhat Abbas kemudian menerangkan bahwa pada saat memberikan kesaksian tersebut, satu di antara saksinya berada dalam tekanan lantaran mendapatkan ancaman.
"Ya hari ini pemeriksaannya ada dua saksi. Yang satu sudah diperiksa, yang satu lagi proses."
"Satu saksi itu sudah diperiksa, tapi dia mau membicarakan, dia dalam keadaan tertekan. Karena melihat ada ancaman-ancaman," kata Farhat Abbas, TribunStyle.com lansir dari kanal YouTube RCTI - INFOTAINMENT, Rabu (20/8/2019).

Sementara itu, Sarah Novitri Karlina mengungkapkan bahwa teror yang didapatkannya tak hanya melalui akun media sosial miliknya saja, tetapi muncul juga di nomor telepon pribadi miliknya.
"Dari netizen, dari omongan masyarakat kalau semua ini adalah settingan. Jadi ada beberapa teror juga yang saya dapat, dari beberapa WA (WhatsApp) terus dapat telepon."
Sarah juga menyebut jika teror yang dialayangkan kepadanya itu berupa penghinaan serta bahasa-bahasa yang kurang baik.
"Banyak sih. Penghinaan, terus yang tidak layak, bahasa-bahasa yang buruk (-red) juga ada," ungkap Sarah.