Rencana Perubahan Status Jadi Kelurahan, Ripa'i Khawatir Gelar Desa Mandiri Hilang
Menurut Ripa'i, Pemerintah Kabupaten seharusnya tidak perlu mengejar perubahan status desa menjadi kelurahan.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
Rencana Perubahan Status Jadi Kelurahan, Ripa'i Khawatir Gelar Desa Mandiri Hilang
KAYONG UTARA - Kepala Desa Sutera, Ripa'i mengkhawatirkan gelar desa mandiri yang saat ini disandang Desa Sutera hilang apabila statusnya diubah menjadi kelurahan.
Ripa'i mengungkapkan, Desa Sutera adalah satu-satunya desa di Kalimantan Barat yang berhasil meraih predikat desa mandiri.
"Jadi pemikiran juga. Kalau pun ini (Desa Sutera) sudah menjadikan kelurahan, jelas indikator kita lepas. Ndak boleh lagi, ndak ada indikator kelurahan mandiri itu," kata Ripa'i di Sukadana, Rabu (21/8/2019).
Baca: Kunjungan ke Yon Armed 16 Komposit Ngabang, Ini Agenda Ketua Persit KCK PD XII/Tpr
Baca: Edi Kamtono: Bulan Depan Beli BBM di SPBU Pontianak Harus Gunakan Non Tunai
Ripa'i menyampaikan hal itu ketika menjelaskan beberapa alasan yang melatarbelakangi ketidaksetujuan masyarakat mengenai perubahan status Desa Sutera menjadi kelurahan.
Menurut Ripa'i, Pemerintah Kabupaten seharusnya tidak perlu mengejar perubahan status desa menjadi kelurahan.
Dia lantas mencontohkan Kabupaten Sambas dan Kubu Raya yang juga masih ada desa di wilayah perkotaannya.
"Sambas juga sampai sekarang belum ada kelurahan, malahan dulu dia menjadi kabupaten. Ndak ada kejar-kejar gini, termasuk Kubu Raya," ujar Ripa'i.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-desa-sutera-ripaiftgthn.jpg)