Gubernur Kalbar Angkat Bicara Terkait Karhutla di Desa Pelang Ketapang, Minta Usut Penyebabnya

Midji juga meminta pihak bupati Ketapang supaya sigap dalam menyikapi permasalah ini. Karena ketapang paling banyak titik apinya.

Gubernur Kalbar Angkat Bicara Terkait Karhutla di Desa Pelang Ketapang, Minta Usut Penyebabnya
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji saat menyampaikan arahannya dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Barat, di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Senin (12/8/2019). 

Gubernur Kalbar Angkat Bicara Terkait Karhutla di Desa Pelang Ketapang, Minta Usut Penyebabnya

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menanggapi terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhuta) yang menghabisi kurang lebih seluas 81 hektare lahan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang ludes terbakar.

Midji juga meminta pihak bupati Ketapang supaya sigap dalam menyikapi permasalah ini. Karena ketapang paling banyak titik apinya.

Kebakaran ini sudah muncul sejak Kamis (15/08/2019) yang terjadi di lima titik berbeda di lokasi yang sama secara sekaligus.

Midji mengatakan lahan tersebut pasti tidak mungkin terbakar karena terik matahari.

"Mana ada petir dan sebagainya . itu pasti dibakar, nah inilah akibatnya. Saya akan tegas kalau itu konsesi perkebunan atau HTI saya akan langsung suruh segel tidak boleh dimanfaatkan selama 5 tahun ," ujarnya.

Baca: Bupati Erlina Tinjau Karhutla di Telayar, Ada Asap Pekat dan Jalan Amblas

Baca: Sinergisitas TNI-Polri dan Manggala Agni Tingkatkan Patroli Karhutla di Sambas

Ia katakan bila perlu cabut izin yang bersangkutan .

"Cabut saja izinya. Kalau itu bilang masyarakat mau tanam masak bakar lahan di atas 11 hektare. Tidak gampang madamkannya perlu 4 heli yang sudah disiapkan disana. Saya pastikan jangan main-main akan saya tindak tegas," ujarnya .

Ia mengatakan saat ini Dirgen Penindakan sudah mengusut masalah ini .Saat ini sudah ada 10 perusahaan yang disegel mungkin akan bertambah dan kalau perlu ada yang dicabut izinnya .

Baca: Hadiri Lepas Sambut SMN, Sutarmidji Apresiasi Program BUMN

Baca: HUT RI ke 74, Gubernur Sutarmidji Bertekad Bawa Kalbar Jadi Provinsi yang Lebih Sejahtera

"Saya sudah beritahu bupatinya supaya disikapi betul . Karena ketapang paling banyak titik apinya. Selain di Ketapang, juga di sintang dan Sanggau," jelanya.

Ia merasa kasihan meliat Pangdam maupun Polda yang sudah maksimal dalam melaksanakan tugas masing-masing harus terseret dalam masalah seperti ini.

"Jangan di pikir udah hujan kita berenti tidak. Saya tetap minta usut semua lahan yang terbakar dimana, siapa yang punya dan dia tak boleh gunakan. Dia harus ganti rugi kedepan kita buatkan aturan biaya pemadam dikenakan kepada mereka .Nanti akan di buat Perdanya," pungkasnya. 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved