Wahid: KIS Jaminan Kesehatan Keluargaku

Dirinya kemudian bertanya lebih jauh bagaimana untuk bisa menjadi peserta JKN-KIS.

Wahid: KIS Jaminan Kesehatan Keluargaku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Wahid bersama istri dan anaknya 

Wahid: KIS Jaminan Kesehatan Keluargaku

SINTANG - Keluarga merupakan harta yang paling berharga di dunia ini, apa artinya bekerja siang malam tetapi tidak memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang di dalam keluarga. Inilah yang menjadi alasan Wahid (23) akhirnya memberikan jaminan kesehatan yang terbaik bagi keluarga kecilnya.

Warga Dusun Prabu Jaya, Tertung, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang ini sejak 2 tahun lalu telah mendaftarkan istrinya Susan dan anaknya Bayu Nirwana menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri dengan hak kelas perawatan kelas III.

Wahid menceritakan bahwa awalnya dia tidak tertarik untuk menjadi peserta JKN-KIS. Sebab saat itu tidak terpikir olehnya betapa besar biaya yang harus dikeluarkan ketika dirinya atau istri dan anaknya sakit. Akhirnya pengalamannya sekitar dua tahun yang lalu menjadi pembelajaran yang berarti baginya.

"Saat itu saya belum jadi peserta JKN-KIS. Anak saya masuk rumah sakit sekitar satu minggu. Untuk rawat inap dan bayar obat-obatannya saya habis uang sampai Rp. 6 juta. Tentu itu masa yang sangat sulit bagi saya, karena dengan biaya sangat besar yang harus saya keluarkan sementara tabungan saya juga terbatas untuk menutupi biaya pengobatan." ujar Wahid.

Baca: VIDEO: Polisi Tembang Pelaku Pembobol Rumah Kosong

Baca: TERUNGKAP Alasan Perceraian Goo Hye Sun & Ahn Jae Hyun, Dari Gosip Perselingkuhan hingga Penghinaan

Namun saat menjaga anaknya yang terbaring sakit, Wahid kebetulan sempat berbicara dengan orang tua pasien anak-anak yang kebetulan berada di dalam satu ruang inap dengannya.

Saat itulah dirinya diceritakan bagaimana dengan menjadi peserta JKN-KIS, pasien tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun saat berobat karena seluruh biaya pengobatannya dijaminkan sesuai dengan prosedur.

Dirinya kemudian bertanya lebih jauh bagaimana untuk bisa menjadi peserta JKN-KIS. Mulai dari saat itulah, setelah anaknya usai dirawat di rumah sakit, dirinya kemudian mendaftarkan keluarga kecilnya untuk menjadi peserta JKN-KIS dan rutin membayar iurannya sampai saat ini.

"Pengalaman kemarin pembelajaran bagi saya bahwa betapa pentingnya jaminan kesehatan bagi keluarga. Akhirnya saya daftarkan diri beserta keluarga menjadi peserta JKN-KIS di Kelas III dengan besaran iuran Rp.25.500,- perorang/bulan. Saya pikir itu jumlah yang sangat-sangat terjangkau, dibandingkan dengan saya harus bayar jutaan rupiah untuk biaya berobat ketika sakit," terangnya.

Wahid pun menceritakan kembali bahwa beberapa waktu lalu anaknya kemudian kembali menjalani rawat inap di rumah sakit karena terkena penyakit gejala demam berdarah dengue (DBD). Karena sudah menjadi peserta JKN-KIS, dirinya mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun saat anaknya berobat.

"Alhamdulillah terasa sekali manfaatnya dengan menjadi peserta JKN-KIS, saya tidak keluar biaya sepeserpun karena semuanya ditanggung dan sesuai prosedur. ngurus administrasinya pun mudah, cukup dengan menunjukan kartu KIS dan fotokopi E-KTP anak saya mendapatkan pengobatan dan pelayanan yang baik. Tidak terbayang lah kalau seperti dulu, harus pusing cari uang lagi untuk biaya berobat berjuta-juta, terima kasih program JKN-KIS." tutup Wahid

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved