81 Hektare Lahan di Desa Pelang Hangus Terbakar

Kurang lebih seluas 81 hektare lahan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang ludes terbakar.

81 Hektare Lahan di Desa Pelang Hangus Terbakar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tampak asap tebal menyelimuti area jalan Pelang - Tumbang Titi yang diakibatkan terbakarnya lahan disejumlah titik di wilayah tersebut. Masyarakat sempat diminta untuk tidak melintas hingga asap berkurang. 

81 Hektare Lahan di Desa Pelang Hangus Terbakar

KETAPANG - Kurang lebih seluas 81 hektare lahan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang ludes terbakar.

Kebakaran muncul sejak Kamis (15/08/2019) yang terjadi di lima titik berbeda di lokasi yang sama secara sekaligus.

Banyaknya titik kebakaran cukup merepotkan petugas yang menangani, padahal telah dibantu dua unit heli WB. Bahkan, pengguna jalan juga dihimabau tidak melintas di arah Jalan Pelang - Tumbang Titi lantaran kabut asap yang pekat.

"Jika diakumulasikan, luas lahan yang terbakar pada hari pertama sekitar 36 ha, hari kedua 45 ha, dengan total 81 ha. Sedangkan area yang bisa dipadamkan selama dua hari berjumlah 13 ha," kata Kepala Daops Manggala Agni Ketapang, Rudi Windra, Sabtu (17/08).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi letaknya di bagian selatan jalan Pelang - Tumbang Titi, sertaan angin kencang membuat api menjalar begitu cepat hingga menyeberangi jalan.

Baca: Ramah-tamah, Karolin Ajak Unsur Pemerintahan dan Masyarakat Isi Kemerdekaan Dengan Pembangunan

Baca: Siang Cerah, Pontianak Diprediksi Hujan Ringan Dini Hari Nanti

Baca: Dandim 1202/Skw Berbagi Kasih di Panti Asuhan Gloria ‎

"Asap begitu tebal dan pekat. Karena khawatir menimbulkan hal tidak diinginkan, maka para pengguna jalan kami himbau untuk tidak melanjutkan perjalanan sampai asap pekat agak berkurang," lanjut Rudi.

Ia menambahkan, Untuk penanganan Karhutla khusus di Desa Sungai Pelang telah dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) penanganannya yang dipimpin oleh Wakil Bupati Ketapang, Suprapto S bertempat di Kodim 1203 Ketapang.

"Tujuan rakor itu diantaranya untuk menginventarisir sumber daya pengendalian karhutla, meliputi SDM dan sarpras agar upaya penanganan dapat dilakukan secara optimal, efektif dan efisien," ungkapnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved