Dirgahayu RI
Nurul Bangga Jadi Paskibraka, Wali Kota Pimpin Pengukuhan
Dengan ini generasi muda dapat menjadi generasi penerus yang tangguh, yang cerdas, berahlak mulia, dan bertanggung jawab
Nurul Bangga Jadi Paskibraka, Wali Kota Pimpin Pengukuhan
PONTIANAK - Momen haru dan bangga terjadi pada saat Pengukuhan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak Tahun 2019.
Sebanyak 32 orang siswa siswi terbaik di Kota Pontianak yang berasal dari SMA/SMK/Madrasah Aliyah ini mengikuti upacara pengukuhan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jl Abdurahaman Saleh, Kamis (16/8/2019) malam.
Setelah mengikuti pelatihan dan digembleng selama kurang lebih 10 hari, akhirnya para siswa siswi ini dianggap cakap dalam melaksanakan sebuah tugas yang sangat mulia sebagai pasukan pengibar bendera pada Upacara HUT Ke 74 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019, hari ini di Stadion Keboen Sajoek.
Satu di antara anggota paskibraka, Nurul Miftahun Mubarak menyatakan rasa haru dan bangganya dapat menjadi bagian dalam tim pengibar bendera merah putih Kota Pontianak. Karena sebelumnya ia telah melalui proses penyeleksian yang cukup ketat.
"Kita melakukan kesiapan dan pelatihan yang cukup berat, Alhamdulilah dikukuhkan,” ungkap siswa SMAN 1 ini.
Baca: BMKG Perkirakan Gelombang Ketinggian 1,25-2,50 Meter di Selat Karimata
Baca: Sempat Terjadi Kejar-Kejaran, Terduga Pengedar Narkoba Singkawang Ditembak Polisi
Sebelumnya, ada 200 peserta yang mendaftar untuk menjadi calon Paskibra Kota Pontianak, namun hanya 32 yang terpilih.
Selain itu, ia mengakui adanya bagian yang tersulit ketika menjadi anggota paskibra yakni ketika upacara 17 Agustus mendatang.
Bukan tanpa alasan, baginya medan rerumputan yang menjadi tempat pelaksanaan upacara sangat memerlukan banyak tenaga.
Pelatih Paskibraka Kota Pontianak, Ipda Fajarudin menyebutkan, sebenarnya terdapat 35 anggota Paskibra Kota Pontianak, namun dua di antaranya kini menjadi Paskibra Provinsi Kalbar dan satu menjadi Paskibraka Nasional.
Sebagai pelatih, menurutnya hal yang pertama kali disiapkan adalah fisik dan mental, ini bertujuan untuk membentuk kondisi tubuh yang prima ketika melaksanakan pengibaran dan penurunan sang saka merah putih.
"Pelatihan fisik berupa latihan Peraturan Baris-berbaris (PBB) untuk kegiatan pengibaran dan penurunan, kemudian kita selalu melaksanakan kegiatan olahraga pagi dan melatih mereka untuk siap tampilah," ungkapnya.
Untuk mendidik anggota paskibraka diperlukan waktu kurang lebih sepuluh hari dan dilatih lima pelatih. Kelima pelatih tersebut berasal dari Polresta, Kodim, Dispora, dan Purna Paskibra.
Ia juga menyebutkan jika kendala waktu dan kondisi fisik yang berbeda-beda dari setiap para anggota paskibra menjadi kesulitan dalam melatih para anggota paskibra ini.
Ia berharap kegiatan pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang dapat berjalan lancar dan tidak terjadi kendala yang fatal dalam pelaksanaan pengibaran bendera, karena ini merupakan penghargaan kepada RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/edi-kamtono-salami-paskibraka.jpg)