Siswa SMPN 4 Sungai Kunyit Ikut Pelatihan Literasi Borneo oleh IAIN Pontianak dan Kemenko PMR RI

Puluhan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 04 Sungai Kunyit mengikuti pelatihan Literasi Borneo

Siswa SMPN 4 Sungai Kunyit Ikut Pelatihan Literasi Borneo oleh IAIN Pontianak dan Kemenko PMR RI
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Siswa SMP N 4 Sungai Kunyit Ikut Pelatihan Literasi Borneo Oleh IAIN Pontianak dan Kemenko PMR RI 

Citizen Reporter
Diah Fadilah

Siswa SMPN 4 Sungai Kunyit Ikut Pelatihan Literasi Borneo oleh IAIN Pontianak dan Kemenko PMR RI

PONTIANAK - Puluhan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 04 Sungai Kunyit mengikuti pelatihan Literasi Borneo yang merupakan salah satu program dari kegiatan KKN Revolusi Mental.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara IAIN Pontianak dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diselenggarakan pada hari rabu, bertempat di aula SMP Negeri 04 Sungai Kunyit (07/08/2019).

Dalam kegiatan ini hadir Kepala Sekolah, Kusdi, beserta staf guru, dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari siswa kelas IX SMP Negeri 04 Sungai Kunyit dan peserta kkl dari kelompok 10.

Baca: IPW Kecam Aksi Pendemo Anarkis Hingga Sebabkan Anggota Polisi Alami Luka Bakar

Baca: 8 Orang Guru dan 23 Siswa SDN 12 Akan Gelar Apel Kemerdekaan, Bukti Nyata Semangat Patriotisme

Baca: Satgas Pamtas Yonmek 643/WNS Gelar Nonton Bareng Merah Putih Memanggil

Dalam sambutannya, Kusdi mengapresiasi kegiatan kunjungan sekaligus pelatihan literasi borneo yang diselenggarakan oleh IAIN Pontianak bekerja sama dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tersebut.

“Saya menyambut baik kegiatan pelatihan ini, walaupun sedikit mendadak tapi diharapkan dari kegiatan ini dapat berjalan lancar” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini hadir Septian Utut sebagai narasumber dimana beliau menyampaikan tips menulis praktik artikel naratif populer.

Dalam penjelasannya ia mengatakan bahwa sebenarnya menulis itu mudah. Namun, yang membuat kita merasa menulis itu sulit karena kita memikirkan terlalu jauh apa yang ingin kita tulis.

Sebenarnya modal untuk menulis adalah kemauan dari diri sendiri, kemudian adalah memotivasi diri sendiri
Pada akhir kegiatan tersebut, peserta diharuskan untuk menulis.

Kemudian harapannya tulisan tersebut akan dijadikan buku sebagai kenang-kenangan dari kegiatan Pelatihan Literasi Borneo kepada SMP Negeri 04 Sungai Kunyit.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved