PABBSI Kalbar Andalkan 9 Atlet di Pra PON

Sembilan atlet Persatuan Angkat Angkat Berat Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalimantan Barat

PABBSI Kalbar Andalkan 9 Atlet di Pra PON
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah atlet berlatih angkat besi dan angkat berat di tempat latihan Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Pontianak, di Komplek GOR Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Kalbar, beberapa waktu lalu. Sejumlah atlet bahkan dipersiapkan berlatih secara lebih intens untuk mengikuti kompetisi dalam waktu dekat. 

PABBSI Kalbar Andalkan 9 Atlet di Pra PON

PONTIANAK - Sembilan atlet Persatuan Angkat Angkat Berat Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalimantan Barat, optimis bersaing pada perebutan tiket PON Papua, melalui ajang kualifikasi Pra PON di Bandung (19/8/2019).

Asisten Pelatih Tim PABBSI Kalbar Suhardi mengatakan, adapun dua nomor andalan yang diikuti yakni angkat berat dan angkat besi yang ikut menyumbang medali pada PON Jabar 2016 lalu.

Disektor angkat berat, tim Kalbar mengandalkan lifter Lilis Suryaningsih pasa kelas 52 kg. Kemudian Aini Fortunata kelas 84 kg, kemudian Firman kelas 66 Kg.

Pada sektor angkat besi, tim Kalbar mengandalkan Rizka Oktavia, Restu Anggi, Putri Aulia, Awang Danu, Aris Rahmad dan Wuri.

Baca: Pesan Bupati Sanggau Paolus Hadi Saat Pengukuhan Paskibraka Tahun 2019

Baca: KADO Istimewa Kemerdekaan, Ini Janji Pemain Jelang Semifinal Piala AFF Indonesia U18 Vs Malaysia

Baca: DPW PKB Kalbar Heri Sebut 3 Sikap yang Harus Dimiliki Masyarakat Dalam Berpolitik

Pada ajang Pra PON 2019 ini , Kalbar cukup optimis mampu bersaing dengan lawan-lawan kuat yang menjadi pesaing terutama dari Jawa. Hal ini tidak berlebihan mengingat sejumlah atlet PABBSI bahkan bisa menorehkan prestasi diskala internasional.

"Peluangnya ada lebih banyak Pra PON kali ini. Diangkat berat kita ada Lilis yang berhasil juara Asia, kemudian di angkat besi juga ada Putri Aulia yang masuk Pelatnas. Kemudian Restu Anggi jika dia bisa fight masih bisa bersaing, kemudian ada Rizka Oktavia,"ujarnya kepada Tribun Jumat (16/8/2019)

Untuk lolos PON masing-masing atlet akan bersaing minimal masuk 5 besar.

Dia mengatakan untuk persiapan latihan sudah dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, namun untuk (TC) Training Camp Pra PON yang dibiayai KONI digelar selama hampir 2,5 bulan terakhir.

"Untuk Pra PON kali ini kita cukup serius dan membina dari atlet muda hingga berprestasi,"ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved