Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Parit di Karangan

Sebelum kejadian terjadi, korban sedang sendirian di rumahnya karena ditinggalkan oleh orang tuanya bekerja.

Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Parit di Karangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Evakuasi mayat yang ditemukan di Parit di Desa Karangan, Kecamatan Memmpawah Hulu   

Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Parit di Karangan

LANDAK - Warga Dusun Sele Terpadu, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu digegerkan dengan penemuan mayat oleh warga di parit sawah Kampung Legoh di Dusun Sele Terpadu pada Rabu (14/8/2019).

Korban diketahui inisial R (15) yang merupakan satu diantara siswa SMP di Mempawah Hulu.

Sebelum kejadian terjadi, korban sedang sendirian di rumahnya karena ditinggalkan oleh orang tuanya bekerja.

Kemudian korban pun pergi mencari ikan di parit tepian Sawah Legoh, dengan membawa senapan ikan yang hendak pergunakan untuk menembak ikan.

Baca: Layanan Penukaran Uang Baru Hadir di Pasar-pasar Pontianak

Baca: Atbah Ajak Anggota Pramuka Lawan KKN dan Pengrusakan Lingkungan

Korban diperkirakan meninggalkan rumah berangkat mencari ikan sekitar pukul 13.00 WIB, dan sudah didapati tenggelam tak bernyawa sekitar pukul 15.30 WIB. 

Saksi mata Ginar yang mendapati korban pertama kali dan juga sebagai pemilik lokasi sawah menceritakan, awalnya hendak memperbaiki bendungan sawahnya yang diduga tersumbat.

Ketika akan mengecek bendungan sekitar pukul 15.30 WIB, ia melihat ada mayat terapung di parit tersebut. Dengan posisi kepala terselam ke dalam air.

Ia pun memberitahukan hal tersebut kepada warga masyarakat guna mengevakuasi korban meninggal dunia akibat tenggelam tersebut.

"Diduga korban lemas terselam ke dalam air dan kehabisan oksigen sekitar 2 jam lamanya. Karena kondisi tangan korban terjepit diantara kayu yang terdapat di dalam parit sawah," ungkapnya.

Orangtua korban Apen pun mengihklaskan kepergian anaknya untuk selama-lamanya. Walau pun rasa sedih dan duka masih mendalam yang dirasakan.

Sementara itu Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto saat dihubungi mengakui, setelah mendapat informasi kejadian langsung memerintahkan anggotanya untuk datang ke TKP dan rumah duka.

"Korban pada saat itu sedang menyelam untuk mencari ikan, namun nahas tangan korban terjepit di antara kayu yang ada di parit tersebut. Sehingga mengakibatkan korban meninggal," tuturnya

"Kita turut berduka atas meninggalnya korban, dan perlu diketahui keluarga tidak mau dilakukan visum serta keluarga telah menerima dengan ikhlas kejadian ini," tutupnya (alf).

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved