Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla, Paolus Hadi: Tim Yang Ditugaskan Saja Belum Jelas

Tim dua orang yang kita tugaskan saja belum jelas, tidak dikirim. Nah, saya ingin tau apa alasan BPBD,

Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla, Paolus Hadi: Tim Yang Ditugaskan Saja Belum Jelas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau. Kegiatan digelar di aula Kantor Bupati Sanggau, KamisĀ  (15/8/2019). 

Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla, Paolus Hadi: Tim Yang Ditugaskan Saja Belum Jelas

SANGGAU -Bupati Sanggau, Paolus Hadi memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau. Kegiatan digelar di aula Kantor Bupati Sanggau, Kamis  (15/8/2019).

Paolus Hadi juga didampingi Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Gede Setiawan.

Hadir juga jajaran OPD Sanggau, Kapolsek jajaran Polres Sanggau, Danramil se-Kabupaten Sanggau,  Perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau, tokoh masyarakat dan undangan lainya.

Dalam sambutanya, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan, Penanganan Karhutla selama ini, kesannya hanya dibebankan kepada TNI dan Polri, sementara Pemerintah Daerah melalui BPBD masih lemah.

Baca: Asah Mental Petinju, Sugianto: Rutin Ikuti Kejuaraan

Baca: Peringati 1 Tahun Terbentuknya Bawaslu, Bawaslu Sekadau Gelar Syukuran di Panti Asuhan

"Tim dua orang yang kita tugaskan saja belum jelas, tidak dikirim. Nah, saya ingin tau apa alasan BPBD," tegas Paolus Hadi.

PH sapaan akrabnya bahkan sempat mempertanyakan uang yang ada di BPBD berdasarkan rapat pertama digunakan untuk membeli apa.

"Masih ada keluhan soal masker ni. Tolong di jelaskan. Kalau kita tidak punya masker dan tidak bisa beli masker, berarti salah kita merencanakannya kemarin. Kalau mau pakai dana darurat, gunakan itu, jangan nunggu rapat, stand by kan di markas besar itu, pinjamkan ke Kodim, pinjamkan ke Polres. Nanti saya mau dengar ni penjelasan BPBD, "jelasnya.

"Sebelum yang lain bicara, saya mau dengar dari BPBD mengapa kita belum maksimal. Saya tau kalian itu tidak pernah kompak, saya dengar masalah kalian, ini masalah kami. Saya minta nama- namanya itu karena Bupati sudah kewenangan memecat kalian kalau tidak mau kompak,"tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI tidak main-main dalam menyelesaikan persoalan Karhutla ini, termasuk keseriusan Presiden RI yang lebih mengedepankan upaya pencegahan. 

Pemerintah daerah juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui program cetak sawah. Akan tetapi, sinergisitas antara TNI/Polri dan Pemerintah Daerah yang selama ini sudah berbuat, seharusnya didukung oleh perusahaan yang ada.

"Logikanya sajalah, tiap tahun perusahaan membantu masyarakat buka lahan, tidak usah banyak- banyak, cukup 5 hektare setahun, kalikan 10 tahun sudah berapa. Karena mayoritas masyarakat kita petani. Petani kita ini bukan nyari untung, tapi hanya untuk bertahan hidup,"ujarnya.

Dikatakanya, beberapa waktu lalu, Polres Sanggau menggelar simulasi pemadaman api, akan tetapi, hanya ada beberapa perusahaam yang hadir, sementara masih banyak perusahaan yang tidak mau hadir.

"Penanganan karhutla itu tidak bisa hanya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat dan pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Di Sanggau ini hanya mengandalkan pemerintah saja, tidak ada sambung bersambut dari Perusahaan, khusus yang menangani karhutla ini tidak ada saya lihat dari perusahaan, tidak ada yang serius dan tidak ada yang berkesinambungan,"tegasnya.

Untuk itulah, Kapolres meminta perusahaan yang ada di Sanggau tidak hanya memikirkan bagaimana menperoleh untung, akan tetapi harus juga memikirkan nasib masyarakat."Masa setiap tahun kita hanya mengurusi karhutla terus. Pak Bupati kan juga mau membangun,"ujar Paoluh Hadi.

Sementara itu, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Gede Setiawan memaparkan terkait data Karhutla di Kabupaten Sanggau.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved