Mahasiswa STIK Muhammadiyah Ajarkan Anak PAUD Mutiara Cara Gunakan Masker yang Baik dan Benar

Tuberkulosis adalah penyakit infeksius yang menyerang paru-paru secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis

Mahasiswa STIK Muhammadiyah Ajarkan Anak PAUD Mutiara Cara Gunakan Masker yang Baik dan Benar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama usai penyuluhan yang diberikan kepada anak-anak PAUD Mutiara Pontianak Timur, Kamis (15/8). 

Mahasiswa STIK Muhammadiyah Ajarkan Anak PAUD Mutiara Cara Gunakan Masker yang Baik dan Benar 

Citizen Reporter
Kepala Pusat Humas Promosi dan PMB STIK Muhammadiyah Pontianak
Ns. Usman, M.Kep

PONTIANAK - Tuberkulosis adalah penyakit infeksius yang  menyerang paru-paru secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan, dan salah satu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium Tuberculosis).

Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pengajaran kepada anak usia dini tentang bagaimana cara menggunakan masker yang baik dan benar.

Guna mencegah terjadinya resiko pada anak usia dini terkena dengan mengajarkan menggunakan masker dengan benar yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak, Kamis (15/8).

Dalam pengabdian kepada masyarakat yang di ketuai oleh Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak Ns.Tri Wahyuni,S.Kep.M.Kep bersama Tim Dosen Ns.Parliani,.MNS dan  mahasiswa Edi Januardi, Iqbal Saputra, Dian dan Sandi mereka mensosialisasikan kepada anak PAUD Mutiara Sejahtera.

Baca: Bupati Mempawah Hj Erlina Akan Kukuhkan Anggota Paskirba Malam Ini, Berikut Jadwalnya

Baca: Saat Ini Golongan Darah AB Kosong di UTD PMI Sanggau

Baca: Terkait Karhutla, Ketua DAD Sanggau Harap Tak Salahkan Masyarakat

Selain melaksanakan penyuluhan mereka juga memberikan masker secara gratis pada guru dan anak PAUD Mutiara Pontianak Timur. 

Kepala Sekolah PAUD Mutiara, Teti S.Pd menyambut baik kegiatan pengabdian masyakarat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa STIK Muhammadiyah.

"Kita menganggap ini sangat bermanfaat bagi anak PAUD Mutiara menjadikan anak dapat mengaplikasikan menggunakan masker dengan benar dan melakukan etika batuk," ujarnya.

Berdasarkan data, di Kalimantan Barat  prevalensi angka kejadian TBC pada tahun 2013 jumlah dengan BTA positif terbanyak  pada kelompok umur 45-54 tahun yaitu 20,54% dari 973 penderita.

Pada tahun 2014, jumlah TBC terbanyak pada  kelompok  umur 45-54 tahun yaitu 20,29% dari 833 penderita dan di tahun 2015.

Pasien baru  dan ulangan  menurut  umur di Provinsi Kalimantan Barat 2015 mangalami pergeseran  penderita TBC terbanyak pada remaja dengan kelompok umur 25-34 tahun yaitu 20,53% dari 638, itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar tahun 2015 lalu.

Tingginya insidens dan prevalensi terutama kasus TBC  merupakan ancaman penularan yang serius di masyarakat, karena sumber penularan TBC adalah penderita TBC. 

Dokter Nevita, Msc kepada media cetak pada tahun 2017 lalu pernah mengatakan bahwa TBC merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian yang sering terjadi pada anak usia 0-14 tahun, paling rentan  usia dibawah lima tahun karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah. Salah satunya rentan usia 3-6 tahun termasuk Anak Usia Dini (PAUD). (*/yak)

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved