Puting Beliung

VIDEO: Detik-detik Puting Beliung Terjang Pontianak dan Kubu Raya! Atap Rumah Beterbangan

Atap sejumlah rumah yang porak poranda sudah tak lagi utuh. Ada yang tercabut sebagian dan ada pula yang terhempas seluruh bagian.

VIDEO: Detik-detik Puting Beliung Terjang Pontianak dan Kubu Raya! Atap Rumah Beterbangan

KUBU RAYA - Puluhan rumah di kompleks perumahan Jalan Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR) porak-poranda akibat diterjang hujan dan angin puting beliung yang melanda Kota Pontianak dan sekitarnya, Selasa (13/8/2019) petang WIB.

Atap-atap rumah dari metal dengan rangka atap jenis baja ringan.

Atap sejumlah rumah yang porak poranda sudah tak lagi utuh.

Ada yang tercabut sebagian dan ada pula yang terhempas seluruh bagian.

Belum diketahui pasti berapa jumlah rumah yang rusak akibat puting beliung ini.

Terkait jumlah korban jiwa ataupun luka, reporter Tribunpontianak.co.id, masih melakukan pengumpulan informasi di lapangan.

Baca: VIRAL! Aksi Polwan Cantik Asal Ketapang Kalbar di Hitam Putih Trans7, Amoy Ini Ternyata Jago Silat

Baca: BREAKING NEWS - Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Kubu Raya, Atap Rumah Beterbangan

Setelah beberapa hari tak hujan, akhirnya Kota Pontianak dan sekitarnya dilanda hujan lebat pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul pukul 15.30 WIB.

Namun hujan lebat kali ini di sertai angin puting beliung yang hampir merata di semua kecamatan di kota Pontianak dan sebagian Kubu Raya

Beberapa lokasi juga terjadi listrik padam.

Angin puting beliung menghantam beberapa rumah warga yang berada di sekitar wilayah Tanjung Hulu Pontianak Timur dan Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang Kubu Raya.

Dalam video amatir yang di peroleh Tribun Pontianak, angin puting beliung terbangkan atap rumah.

Sontak membuat masyarakat panik dan meneriakan kalimah azan serta iqomah.

Belum di ketahui berapa jumlah rumah yang rusak parah akibat angin puting beliung ini, namun di pastikan rumah tersebut porak poranda‎. 

Puting Beliung Juga Pernah Terjadi di Mempawah, Sejumlah Rumah Rusak Hingga Atapnya Terbang 200 Meter

Baru-baru ini, serbuan puting beliung juga pernah menghantam wilayah Kabupeten Mempawah.

Cuaca ekstrem terjadi saat hujan deras disertai angin kencang, kilat dan guntur melanda di sekitar wilayah Kabupaten Mempawah, di Kampong Paoh, Kelurahan Anjungan Melancar, Kabupaten Mempawah, Rabu (22/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Beberapa menit saat hujan deras turun, disusul angin puting beliung yang menerjang disekitar Kampung Paoh, tepatnya di RT 15 RW 01.

Angin puting beliung tersebut menyapu belasan rumah warga hingga porak poranda. Sedikitnya, 11 rumah hunian warga porak poranda, 6 tempat usaha dan 1 kantor KUA rusak.

Atap rumah beterbangan, bahkan ada yang melayang tersapu puting beliung hingga 200 meter.

Selain atap rumah warga, beberapa bangunan juga rusak parah, dinding yang terbuat dari batako sampai roboh akibat kencangnya tiupan angin.

Atap rumah yang melayang menimpa beberapa rumah warga lainnya hingga jebol, sejumlah batang pohon tumbang dan nyaris menimpa bangunan lain.

Saksi mata, sekaligus korban, Supangat (44) mengatakan saat kejadian warga berhamburan keluar rumah dan mencari tempat aman.

"Atap bengkel las saya habis terbang semua karena angin puting beliung, bahkan ada yang melayang sampai 200 meter jauhnya, dan kebanyakan hilang entah kemana," ujarnya saat dijumpai Tribun di lokasi.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las dan akrab disapa Pak Usu tersebut mengatakan, atas musibah puting beliung tersebut beberapa unit mobil rusak akibat tertimpa atap yang roboh.

"Ada pohon yang tumbang, saya lihat 8 rumah tergolong rusak parah, sisanya porak poranda atapnya lepas semua," terangnya.

Pak Usu menuturkan saat kejadian, warga setempat keluar rumah, hujan begitu deras menderu hingga teriakan warga nyaris tak kedengaran.

"Warga panik semua, lihat angin kencang sekali, teriak pun tidak kedengaran," ucapnya.

"Lampu seketika mati, dan puting beliungnya menggulung seperti ombak, namun tidak lama, sekitar lima menit sudah selesai, tapi rumah udah pada hancur," tambahya.

Menurut keterangan Pak Usu, angin yang begitu kencang bertiup sebanyak dua kali, dimana tiupan pertama membuat beberapa atap terlepas, dan tiupan kedua membuat atap melayang-layang dan beberapa dinding batako roboh.

"Angin datang dari areal persawahan, karena disini lokasi pemukiman warga berada di dekat sawah yang luas, tidak jauh dari sini ada gunung, jadi sawah lapang itu tidak ada penghalang bagi angin puting beliung itu," tuturnya.

Terpisah, korban lain Sulistyo (29) menuturkan, saat musibah puting beliung itu, atap rumahnya terlepas, pohon sawo depan rumahnya tumbang dan nyaris menimpa dua unit mobil miliknya.

"Mobil itu kalau tidak saya pindahkan pasti sudah hancur tertimpa pohon, warga yang lain ada yang mobilnya tertimpa atap sampai rusak, syukur saya pindahkan begitu angin menderu," tuturnya.

Baca: AKSI 22 MEI Tak Terulang, Megawati Didesak Mempertemukan Jokowi & Prabowo, Ini Alasannya

Baca: Live Streaming TVRI Indonesia Vs Taiwan Siaran Langsung Sudirman Cup 2019 di Perempat Final

Ia mengatakan sampai saat ini belum ada menerima bantuan dari pihak manapun, dan mereka sangat mengharapkan itu mengingat ini sudah dekat waktu lebaran.

"Tadi pagi sudah ada datang dari BPBD dan Dinas Sosial namun mereka baru melakukan pendataan saja, untuk bantuan belum ada kami terima, saya harap segera dibantu," ujarnya.

Sulistyo memprakirakan, kerugian yang ia alami mencapai Rp 10 juta rupiah sebab, kerusakan yang dialami cukup parah dan material sisa bangunan yang melayang suda hilang entah kemana.

Dari pantaun Tribun, masyarakat sekitar Kampung Paoh saat ini sedang beraktivitas membersihkan pekarangan rumah dan memperbaiki atap.

Pondok-pondok warga di sawah disapu bersih oleh angin puting beliung, beberapa terlihat berpindah tempat dan hanya sisa tiang yang menancap. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved