Dinas Perkebunan Landak Undang Kapolres dan Perusahaan Sawit Bahas Karhutla

perwakilan perusahaan berkesempatan menyampaikan kesiapan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan

Dinas Perkebunan Landak Undang Kapolres dan Perusahaan Sawit Bahas Karhutla
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Dinas Perkebunan Landak Undang Kapolres dan Perusahaan Sawit Bahas Karhutla 

Dinas Perkebunan Landak Undang Kapolres dan Perusahaan Sawit Bahas Karhutla

LANDAK - Menyikapi fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir diseluruh Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Landak, Dinas Perkebunan Kabupaten Landak menggelar Rapat pada Selasa (13/8/2019) pagi.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkenunan (Disbun) Landak, Alpius, dengan turut mengundang Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio.

Kegiatan yang bertajuk Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Kebun dan Lahan di Kabupaten Landak ini, menghadirkan juga perwakilan Perusahaan Kelapa Sawit yang beroperasi di Kabupaten Landak.

Baca: Bank Indonesia Distribusikan Dana 4 Miliar Untuk Penukaran Uang di Pulau 3T

Baca: TRIBUNWIKI: 30 Nama Anggota DPRD Melawi Periode 2019-2024

Baca: TRIBUNWIKI: Ikuti Kontes Durian Pada Festival Durian Bumi Khatulistiwa 2019, Hadiah Utama Rp 50 Juta

Kapolres menyampaikan apresiasi atas kegiatan rapat yang dilaksanakan, demi menuju tujuan terbaik. "Kami Polres Landak sudah berusaha mengedukasi masyarakat dengan melaksanakan Patroli, menghimbau masyarakat tentang bahaya Karhutla dan akan kita kerjakan proses hukum ke depannya," ujar Kapolres

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan perusahaan berkesempatan menyampaikan kesiapan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan

"Kami melaksanakan Patroli titik api oleh Security dan pemantauan melalui menara-menara api, dan jika ditemukan titik api, kami bersama pimpinan hadir ke TKP untuk melaksanakan pemadaman dengan pompa air (robin)," terang EHS PT Wilmar Yustina Bintang.

Lanjutnya lagi, dan jika titik api dekat dengan kebun, maka pihaknya akan isolasi dengan excavator. "Yakni untuk membuat parit, agar api tidak menyebar," ungkapnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved