Bupati Erlina Imbau Perusahaan Sawit Berperan Aktif Minimalisir Kebakaran Lahan Konsesi

Erlina mengatakan, bahwa perlu adanya komitmen bersama dari semua pihak untuk meminimalisir terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.

Bupati Erlina Imbau Perusahaan Sawit Berperan Aktif Minimalisir Kebakaran Lahan Konsesi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Mempawah, Hj Erlina SH MH, saat menghadiri rapat koordinasi karhutla bersama Gubernur Kalbar di Balai Petitih, Senin (13/8/2019) 

Bupati Erlina Imbau Perusahaan Sawit Berperan Aktif Minimalisir Kebakaran Lahan Konsesi

MEMPAWAH - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menggelar rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (12/8).

Rakor tersebut dihadiri oleh Bupati Mempawah, Hj Erlina, Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kepala Daerah di Kalbar, dan 94 perusahaan yang terindikasi membakar lahan di kawasan konsesi mereka.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan bahwa rakor itu digelar sebagai tindak lanjut dari maraknya pembakaran lahan yang terjadi di Kalbar.

"Dari pantauan titik panas satelit lapan, terdeteksi ada 10 perusahaan yang lahannya terbakar dan ada potensi itu akan bertambah jumlahnya," ungkap Erlina.

Baca: Dinas Perkebunan Landak Undang Kapolres dan Perusahaan Sawit Bahas Karhutla

Baca: VIDEO: Jemaah Haji Asal Singkawang Wafat di Arab Saudi, Gaib: Kami Sekeluarga Sudah Ikhlas

Sebelumnya, Sutarmidji menegaskan bahwa dia akan memanggil penanggung jawab perusahaan, dan pihak perusahaan yang datang diminta segera mengambil tindakan.

"Kalau yanh datang sekelas staf, akan kita suruh pulang, sebab kita mau ini segera selesai, makanya kita mau sekelas manajer atau orang yang bisa mengambil kebijakan di perusahaan itu yang datang," tegasnya.

Dalam pemanggilan itu, Sutarmidji ingin pihak perusahaan memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi terkait titik panas yang terpantau di perusahaan mereka.

"Setelah pertemuan ini kita akan berikan kesempatan 3x24 jam kepada perusahaan-perusahaan untuk mengklarifikasi, kita akan dengar alasan mereka, jangan seenaknya saja membakar lahan, yang repot kita, yang sakit masyarakat karena udara terpapar asap tidak sehat," ujar Erlina

Diwawancarai terpisah, Bupati Erlina mengatakan bahwa pemerintah kabupaten (Pemkab) Mempawah sangat mendukung langkah yang diambil oleh Gubernur Kalbar.

Erlina mengatakan, bahwa perlu adanya komitmen bersama dari semua pihak untuk meminimalisir terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.

"Kita akan mendukung penuh langkah Gubernur yang akan memanggil perusahaan-perusahaan yang terindikasi membakar lahan, hingga memberi sanksi berupa pencabutan ijin konsesi perusahaan tersebut," katanya.

Bupati Erlina mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, khususnya kepada tujuh perusahaan sawit yang mengantongi ijin di Kabupaten Mempawah.

"Saya harap perusahaan ikut menjaga dan berperan aktif dalam meminimalisir terjadinya karhutla yang terjadi di wilayah konsesi perkebunannya. Sebab sudah terlalu banyak masyarakat yang dirugikan, terganggu aktivitas dan kesehatannya akibat bencana kabut asap," pungkasnya. (Yak)

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved