KKL di Padang Tikar 1, Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 24 Manfaatkan Limbah Botol Jadi Pot Bunga

Peserta KKL IAIN Pontianak kelompok 24 khususnya dari prodi PGMI yang melaksanakan progjanya di SDN 16 Padang Tikar 1, Kecamatan Batu Ampar

KKL di Padang Tikar 1, Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 24 Manfaatkan Limbah Botol Jadi Pot Bunga
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kegiatan Peserta KKL IAIN Pontianak kelompok 24, Desa Padang Tikar┬áDusun Pang lima, memanfaatkan limbah botol jadi pot bunga 

Citizen Reporter
Mahasiswi KKL IAIN Kelompok 24 Produ PGMI
Pattilah

KKL di Padang Tikar1, Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 24 Manfaatkan Limbah Botol Jadi Pot Bunga

PONTIANAK - Peserta KKL IAIN Pontianak kelompok 24 khususnya prodi PGMI melaksanakan progjanya di SDN 16 Padang Tikar 1, Kecamatan Batu Ampar.

Diantaranya programnya yaitu membantu para dewan guru mengajar, membuka Les, dan kerja bakti di sekolah.  

Mahasiswi peserta KKL dari kelompok 24 juga mengembangkan kreatifitas anak dengan cara memanfaatkan limbah botol untuk dijadikan pot bunga, dengan tujuan membuat sekolah terlihat lebih asri.

Sekaligus berpartsipasi dalam meningkatkan akreditasi sekolah yang dilaksanakan pada bulan September.

Baca: Mahasiswa KKL IAIN Pontianak di Anjungan Gelar Lomba Sambut Idul Adha

Baca: KKL IAIN Pontianak Kelompok 31 Gelar Seminar Pendidikan di Desa Pasak Kubu Raya

Mahasiswi mengajak siswa SDN 16 Batu Ampar menanam bunga didalam pot yang berasal dari limbah botol, nama bunga tersebut orang sekitar padang tikar mengenalnya dengan “bunga jam Sembilan”  dikarenakan bunga tersebut mekarnya pada pukul 09.00.  

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada waktu luang saat sore hari.

Adapun tutorial singkat pembuatan pot dari limbah botol tersebut yaitu bagian atas botol tepatnya di bawah tutup botol dipotong terlebih dahulu, kemudian dilubangi pada bagian seluruh botol.

Kemudian, bunga tersebut dimasukkan kedalam lubang botol yang telah dilubangi mengguanakan paku yang telah dipanaskan.

Selain itu, mahasiswi Peserta KKL kelompok 24 prodi PGMI juga berencana untuk mengembangkan kreatifitas lainnya dengan memanfaatkan sumber daya melimpah yang ada di Desa Padang Tikar, seperti membuat keset kaki dari sabut kelapa .

Adapun tujuan dari Mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut yaitu melatih siswa untuk melestarikan keindahan sekolah serta mengajarkan kepada siswa dalam memanfaat limbah agar mengurangi pencermaran lingkungan sekitar.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved