Kadinkes Sintang Ajak Para Kader Lebih Aktif Menggerakkan Posyandu

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengatakan Kader Posyandu ini adalah UKBM

Kadinkes Sintang Ajak Para Kader Lebih Aktif Menggerakkan Posyandu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh pada Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Aula Dokter Moechtar Moeloek, Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rabu (7/8/2019) pagi. 

Kadinkes Sintang Ajak Para Kader Lebih Aktif Menggerakkan Posyandu

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Aula Dokter Moechtar Moeloek, Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rabu (7/8/2019) pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengatakan Kader Posyandu ini adalah UKBM atau usaha kesehatan bersumber dari masyarakat. Artinya oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat.

"Sudah ada 468 posyandu di Kabupaten Sintang, tapi yang aktif itu hanya 168, aktif itu yang berstatus mandiri dan purnama, yang lainnya masih dapat lampu merah dan lampu kuning yakni pratama dan madya," terang Sinto.

Menurutnya semua tergantung dari para kader posyandu bisa mengaktifkan posyandu melalui kunjungan posyandu dan kunjungan balita. Apalagi sekarang sudah banyak posyandu, seperti posyandu lansia, posyandu ibu hamil.

Baca: KARIER - Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 8 Agustus 2019, Intip Situasi TAURUS, Cek Kembali GEMINI

Baca: Musim Kemarau, Iwan Imbau Warga Trans Hati-hati Olah Lahan

Baca: Bangga dengan Poltesa, Ini Ungkapan Wabup Hairiah

Oleh karena itu, lebih lanjut Sinto juga mengajak para Kader Posyandu sekarang lebih aktif menggerakan posyandu di daerah masing-masing, kemudian juga membawa masyarakat sekitar supaya hadir di posyandu.

"Karena kalau di posyandu para kader bisa menjelaskan informasi dan perkembangan kesehatan, masalah panyakit menular dan tidak menular serta hal lainnya tentang kesehatan, ada tenaga kesehatan juga di desa kan," ujarnya.

Dengan demikan, para kader posyandu dapat membantu masyarakat menghilangkan stigma yang dulu kalau ke posyandu hanya untuk pembagian Vitamin A, tapi kalau tidak ada pembagian, masyarakat tidak datang.

"Saya berharap jangan lagi seperti itu, karena kita ingin masyarakat kita sehat. Kita mulai dari posyandu yang ada di daerah kita masing-masing sehingga dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved