Citizen Reporter

Atbah: Gotong Royong Wujudkan Masyarakat Mandiri

Seperti rasa kebersamaan dan ke-gotong royong-an yang merupakan ciri masyarakat Indonesia

Atbah: Gotong Royong Wujudkan Masyarakat Mandiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, saat pelaksanaan bulan Bhakti Gotong Royong 

Citizen Reporter

Humas Protokol Pemda Sambas, Shanti 

SAMBAS - Semangat Bulan Bhakti Gotong Royong Tahun 2019 mewujudkan masyarakat berintegrasi dan mandiri.

Sesuai tema Bulan Bhakti Gotong Royong 2019, meningkatkan semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang berintegrasi dan mandiri. 

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH mengatakan, semangat gotong royong harus ditingkatkan guna menghadapi era generasi 4.0.

“Seperti kita ketahui bersama, disaat ini era generasi 4.0 telah mengepung kita dengan limpahan informasi yang begitu dahsyat serta kadang kita sendiri tidak bisa membedakan lagi antara fakta dan hoax atau fiksi," ujar Atbah Romin Suhaili.

Baca: Hanya Tiga Parpol Hadiri Rapat Evaluasi Kampanye Pemilu di Kapuas Hulu

Baca: 420 Warga Binaan Huni Rutan Sanggau, Isnawan: 215 Orang Kasus Pidana Umum

"Bahkan, hal tersebut malah sering dapat menggiring kita kepada terciptanya kelompok-kelompok yang saling mem-fitnah, bersebrangan dan akhirnya menciptakan permusuhan yang menggerus rasa kebersamaan, kekeluargaan serta semangat ke gotong royongan yang sebelumnya tumbuh subur dan hidup dalam masyarakat kita selama ini,” papar Atbah Romin Suhaili saat menghadiri peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Tahun 2019 tingkat Prop Kalbar di Desa Tebas Kuala Kec Tebas Kab Sambas, Sabtu (3/8/2019).

Saat ini menurut Bupati, semua dituntut harus cerdas, terutama mengambil manfaat dan memegang kendali penuh serta memfilter informasi yang masuk.

“Memfilter informasi yang masuk, demi kebaikan dan memberikan nutrisi baik bagi otak dan jiwa kita sebagai individu sehingga terciptalah kumpulan orang orang yang ada di masyarakat dengan optimisme dan daya juang yang tinggi,” tutur Atbah Romin Suhaili

Dikatakan Bupati, kebiasaan menyeleksi informasi yang baik tersebut, mengarahkan kita kepada upaya lebih mengenal jati diri sosial dan budaya tempat kita hidup dan bermasyarakat. 

Lanjut dia, sekaligus merevitalisasi kearifan lokal dengan muara akhir mengkristalisasi dalam diri lebih mengenal dan kembali mencintai jati diri. 

“Seperti rasa kebersamaan dan ke-gotong royong-an yang merupakan ciri masyarakat Indonesia,” ingat dia.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved