Gawai Adat Dayak Kabupaten Ketapang Ke VII Resmi Ditutup

Bupati Ketapang, Martin Rantan secara resmi menutup Pekan Gawai Adat Dayak Kabupaten Ketapang yang ke VII tahun 2019, kegiatan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Bupati Ketapang, Martin Rantan saat memberikan sambutan pada acara penutupan gawai Dayak Kabupaten Ketapang yang ke-VII. 

Gawai Adat Dayak Kabupaten Ketapang Ke VII Resmi Ditutup

KETAPANG - Bupati Ketapang, Martin Rantan secara resmi menutup Pekan Gawai Adat Dayak Kabupaten Ketapang yang ke VII tahun 2019, kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut dipusatkan di Desa Natai Panjang Kecacamatan Tumbang Titi. Rabu (31/07/2019).

Pada kesempatannya Martin mengatakan penyelenggaraan pekan gawai ini adalah sebuah momen penting dalam rangka pelestarian adat budaya, adat budaya ini lah yang menurut Martin merupakan khasanah budaya bangsa yang menjadi kekayaan daerah.

“Ada budaya Dayak, ada budaya Melayu, ada budaya Tionghoa, ada budaya Jawa, ada budaya Batak dan sebagainya. Dan untuk di Kabupaten Ketapang ini yang sangat kental adalah budaya Dayak dan budaya Melayu," kata Martin yang juga menjabat sebagai Ketua DAD Ketapang.

Baca: POBSI Kalbar Gelar Open Turnamen di Sintang

Baca: VIDEO: Gempa 7,4 SR Guncang Banten dan Sumatera! Peringatan SIAGA Tsunami dan WASPADA Belum Berakhir

Baca: Tak Hanya Hotman Paris Tersulut, Nikita Mirzani Sebut Barbie Kumalasari Nenek Gatel

Pemerintah kabupaten Ketapang disampaikan Martin, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dewan adat Kabupaten Ketapang yang sudah mampu melaksanakan gawai dengan aman sukses dan terkendali.

Kesuksesan gawai seperti ini tidak terlepas dari partisipasi dan turut sertanya seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder yang ada seperti, Camat, Kapolsek, Danramil, Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved