Breaking News

Insiden Kapal Sapi Karam, Kepala DPPKH Kalbar Pastikan Ketersedian Sapi Potong dan Qurban Aman

DPPKH Provinsi Kalbar setelah berkoordinasi dengan ASP Kalbar memastikan stok sapi untuk kebutuhan pemotongan dan qurban mencukupi

Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif 

Insiden Kapal Sapi Karam, Kepala DPPKH Kalbar Pastikan Ketersedian Sapi Potong dan Qurban Aman

PONTIANAK - Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Provinsi Kalbar setelah berkoordinasi dengan asosiasi pedagang sapi (ASP) Kalbar memastikan stok sapi untuk kebutuhan pemotongan dan qurban mencukupi.

Meskipun sempat terjadi tragedi tenggelamnya kapal pengangkut sapi dari Pulau Madura ke Kalbar sekitar seminggu lalu dan sempat membuat kekhawatiran akan stok guna pemenuhan kebutuhan sapi potong dan qurban namun itu semua dapat ditanggulangi dengan pengiriman lanjutannya Senin (29/7) dengan 779 ekor sapi dan kambing 530 ekor.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif menjelaskan masyarakat Kalbat tidak perlu khawatir dengan ketersedian sapi.

Munsif menjelaskan memang puncak kebutuhan sapi di Kalbar adalah saat perayaan Idul Adha, selain untuk pemotongan reguler juga dibutuhkan untuk qurban.

"Jadi kebutuhan Kalbar secara umum rata-rata setiap lebaran Idul Adha itu berkisar diatas 4000-5000 untuk sapi dan kambing juga seperti itu. Sehingga komulatif sekitar 10 ribuan ekor," ucap M Munsif saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Selasa (30/7/2019).

Baca: RAMALAN ZODIAK Sehat Rabu 31 Juli 2019, Bangun dengan Suara Hatimu Gemini, Pisces Fokus

Baca: Pelanggan PLTS Masih Didominasi Jakarta dan Surabaya, Regulasi Hambat Pertumbuhan Industri?

Baca: KRONOLOGI Pria Tewas Terlindas Truk Kontainer di Kubu Raya, Saksi Mata: Pas Mau Nyalip Dia Jatuh

Ia memaparkan memang kemarin sempat ada kejadian kapal tenggelam yang membawa sapi 488 ekor dan kambing sekitar 300 ekor dari Madura sehingga semoat membuat pengaruh tapi pihaknya segera berkoorinasi dengan APS Kalbar.

"Tentu insiden ini ada pengaruhnya tapi tidak signifikan. Sebab ini adalah bisnis, sehingga para pengusaha mendatangkan lagi sapi dan kambingnya," jelas Munsif.

Adanya kepastian datang kembali pengiriman dari Madura terhadap sapi dan kambing memang membuat Pemprov lega sebab dengan demikian masyarakat tidak perlu resah akan ketersediaan stok.

"Kita optimis tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga juga tidak signifikan. Kalau soal pasokan tidak ada masalah setelah kita berkoordinasi dengan asosiasi," tegasnya.

Kebutuhan sapi di Kalbar memang dominan dipasok dari luar dan setiap bulannya berfluktasi. Namun puncaknya adalah adalah musim Idul Adha ini.

"Kebutuhan kita perbulannya fluktuasi, dalam keadaan normal tentu tidak sama seperti musim lebaran Idul Adha ini," tambahnya.

Munsif, menyampaikan rata-rata pemasukan ternak di Kalbar angkanya bisa 25-40 ribu ekor sapi pertahunnya.

"Daerah yang paling besar permintaan adalah Kota Pontianak dan dikuti Sambas. Pontianak ini dimusim Qurban seperti ini permintaan bisa mencapai 1500 ekor," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved