Stok Sapi Masih Aman, Munaji: Kalbar Masih Tergantung pada Madura

Memang pasca kejadian kemarin (kapal tenggelam) alhamdulillah untuk saat ini stok sapi dijamim aman sampai hari Raya Idul Adha

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Ketua Asosiasi Pedagang Sapi (APS) Kalbar, H. Munaji. 

Stok Sapi Masih Aman, Munaji: Kalbar Masih Tergantung Pada Madura

PONTIANAK - Ketua Asosiasi Pedagang Sapi (APS) Kalbar, H. Munaji  saat ditemui menjelaskan stok sapi dan kambing di Kalbar aman dan kembali stabil.

H. Munaji  memaparkan memang kebutuhan sapi di Kalbar saat ini masih tergantung pemasokan dari luar. Oleh karena itu, ia mendorong kedapannya Kalbar harus bisa swasembada sapi.  

Selain kebutuhan akan konsumsi daging besar, wilayah Kalbar juga memungkinkan untuk melakukan ternak dengan ketersedian lahan dan makanannya.

"Memang pasca kejadian kemarin (kapal tenggelam)  alhamdulillah untuk saat ini stok  sapi dijamim aman sampai hari Raya Idul Adha," ucap H Munaji, Selasa (30/7/2019).

Baca: Potensi Gelombang Tinggi di Beberapa Periaran Indonesia, Ini Imbauan BMKG

Baca: DPC Dukung Kepemimpinan Lasarus

Dari asosiasi ditegaskannya sempat khawatir terhadap stok sapi, sebab kapal yang tenggelam mengangkut sekitar 500 ekor sapi dan 300 ekor kambing. Sehingga menyebabkan pasokan untuk Kalbar terhambat.

Namun saat ini pihaknya memastikan pasokan kembali normal setelah cuaca normal kembali dan gelombang laut tidak lagi menjadi halangan perjalanan kapal.

"Untul kebutuhan qurban dan sapi potong di Kalbar Insyaallah aman.  Kemarin (29/7)  ada masuk sekitar 700 ekor lebih, besok (31/7)  masuk lagi sekitar 600 ekor dan berikutnya  satu kapal lagi sekitar 700 ekor juga untuk menghadapi Idul Adha," tegasnya.

Pihaknya dari asosiasi memastikan stok sapi potong dan untuk qurban didaerah Kalbar aman. Namun kondisi ini harus segera disikapi sebab selama ini kebutuhan bagi Kalbar selalu didatangkan dari daerah luar. Apabila terjadi sesuatu dan lain hal seperti tenggelamnya kapal beberapa hari lalu akan memberikan dampak terhadap ketersediaannya.

"Kebutuhan khusus Kota Pontianak  perharinya mencapai  30-40 ekor dam untuk Kalbar setiap bulannya  membutuhkan kisaran 1500-2000 ekor sapi," ucapnya.

Baca: Peringati Hari Anak Nasional 2019, Bupati Erlina Ingin Anak di Mempawah Tumbuh Cerdas Berprestasi

Lanjut dijelaskan, H. Munaji apabila dihitung perbulannya  rata-rata pasokan sapi dari daerah Madura mencapai 8000 ekor dan sangat sedikit sekali yang disediakan dari dalam Kalbar.

"Jujur kemaren waktu kapal karam dan cuaca buruk, kita sempat khawatir karena tidak boleh memotong sapi betina, sedangkan mendatangkan dari luar masih terkendala. Tapi saat ini sudah aman semua," ucapnya 

Lanut disampaikannya, harga standar untuk daging sapi sendiri saat ini  Rp125 ribu perkilo sesuai dengan MoU bersama Satgas Pangan dan Pemerintah. Namun kondisi harga bisa naik sesuai dengan permintaan pasar namun tetap harus dikendalikan.

"Kebutuhan untuk Kalbar ini  pertahunnya mencapai  53 ribu ekor dan memang didominasi dari Pulau Madura, maka kita berharap kedepannya Kalbar bisa swasembada daging sapi," pungkas H. Munaji.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved