Perpekindo Minta Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga Kelapa

Kami juga berharap ada kebijakan agar pemerintah daerah penghasil kelapa mewajibkan setiap pegawai PNS mengkonsumsi minyak kelapa hasil produksi

Perpekindo Minta Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga Kelapa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Jumai saat menunjukkan kelapa muda 

Perpekindo Minta Pemerintah Tetapkan Standarisasi Harga Kelapa

JAKARTA, TRIBUN - Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) meminta pemerintah menetapkan standarisasi harga kelapa.

"Sampai saat ini belum adanya standarisasi harga kelapa secara nasional," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perpekindo, Muhammad Idrawis, Selasa (30/7).

Selain itu, Idrawis mengatakan, saat ini petani kelapa nasional memiliki kendala lain yakni kualitas hasil panen yang semakin rendah. Serta terbatasnya pelatihan, bimbingan, dan bantuan peralatan.

Kemudian, tidak adanya jaminan penampungan dan pemasaran hasil panen. "Kami meminta dibuat lembaga semacam Bulog untuk penampungan dan pemasaran," ucap dia.

Baca: Ahok Jajaki Investasi Pakan Ternak di Kupang, Tanam Jagung Seluas 500 Hektare

Baca: Pelanggan PLTS Masih Didominasi Jakarta dan Surabaya, Regulasi Hambat Pertumbuhan Industri?

Baca: Saat Kepala BKPM Thomas Lembong minta maaf dan ralat kalau Unicorns Indonesia milik Singapura

Perpekindo juga meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendirikan BUMN atau BUMD berupa industri terpadu pengolahan kelapa. Serta, membuat perjanjian dengan negara lain agar produk kelapa Indonesia diberikan kemudahan ekspor dan keringanan bea masuk.

Bukan hanya kebijakan tersebut, Perpekindo berharap pemerintah melanjutkan program penyaluran bibit dan replanting secara terpadu dan terintegrasi.

"Kami juga berharap ada kebijakan agar pemerintah daerah penghasil kelapa mewajibkan setiap pegawai PNS mengkonsumsi minyak kelapa hasil produksi masing-masing daerah," ucap dia.

Seperti diketahui, berdasarkan data Perpekindo hasil panen kelapa secara nasional sebanyak 15,4 miliar kelapa per tahun. Jumlah itu didapat dari 3,81 juta hektar lahan perkebunan kelapa. (kontan.co.id)

Penulis: Rihard Nelson Silaban
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved