Edi Kamtono Akan Evaluasi Layanan PLAT

Termasuk di antaranya soal penyebab dari kematian, begitu juga soal adanya dugaan kelalaian dari petugas penjagaan.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Edi Kamtono Tanggapi Kasus Penganiayaan Anak Disabilitas Penghuni di PLAT 

Edi Kamtono Akan Evaluasi Layanan PLAT

PONTIANAK -Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pihak kepolisian untuk segera menangani proses hukum atas kejadian dugaan penganiayaan di dalam Pusat Pelayanan Anak Terpadu (PLAT) hingga menyebabkan meninggalnya Rizki Ramadan.

Edi Kamtono juga mengunjungi rumah duka yang berada di Jln Ya M Sabran Gg 86 untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga Almarhum Rizki Ramadan.

"Hadirnya saya kerumah duka untuk menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya. Saya ucapkan duka yang mendalam atas meninggalnya ananda rizki ramadhan," ujarnya.

Kendati demikian, Pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan apapun atas peristiwa tersebut dan masih akan menunggu proses penyidikan dari pihak kepolisian secara lengkap. "Nanti akan terang setelah ada penyelidikan polisi," ujarnya.

Baca: VIDEO: Tribun Pontianak Ulang Tahun ke-11, KPU Sintang Sebut Sebagai Mitra Pemberitaan Informatif

Baca: VIDEO: Tribun Pontianak Ulang Tahun ke 11, Reporter RRI Sintang Sebut Jadi Referensi

Termasuk di antaranya soal penyebab dari kematian, begitu juga soal adanya dugaan kelalaian dari petugas penjagaan.

"jika ada kelalaian dari pihak pengelola atau bukan juga tengah menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Pada prinsipnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk diproses seadil-adilnya," ujarnya.

Edi menegaskan, perisitwa seperti itu tidak boleh terjadi lagi, dari peristiwa tersebut juga akan menjadi kajian untuk merumuskan solusi kongkret untuk mengatasi masalah sosial berkaitan dengan anak-anak.

"Untuk PLAT tentu akan dilakukan evaluasi, bahwa semua ada Standar Opersioal Presedur (SOP)nya," ujarnya.

Ia menerangkan sebelumnya PLAT itu direncanakan untuk penyembuhan narkoba terus seiring adanya BNN dimanfaatkan dengan adanya Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) dibawah dinas sosial, karena letaknya satu lingkungan dengan Polsek Pontianak Kota sehingga lebih mudah untuk di awasi.

"Kita akan evaluasi sistem manajemen, termasuk sarana dan prasarana serta sistem pembinaannya. Karena kita harus juga mendapatkan supervisi dari pemerintahan pusat dalam hal ini kementerian perlindungan anak dan kementerian sosial," ujarnya.

Dari segi kapasitas PLAT, Edi mengatakan gedung Plat masih cukup representatif dan total daya tampung sebanyak 20 anak sementara penghuni PLAT sekarang disana berjumlah 6 anak.

"Untuk Daya Tampung Kamar bisa sampai 20 anak dengan dua lantai Gedung. Kemarinkan hanya 6 anak saja dan masih banyak kamar kosong di atasnya itu" ujar Edi Kamtono.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved