Tanggapi Kekerasan Terhadap Anak, Ini Harapan Tokoh Pemuda Sanggau

Abang Indra menyampaikan, Peringatan HAN tahun ini khususnya di Kabupaten Sanggau menyisakan berbagai peristiwa kekerasan

Tanggapi Kekerasan Terhadap Anak, Ini Harapan Tokoh Pemuda Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
okoh Pemuda Sanggau, Abang Indra 

Tanggapi Kekerasan Terhadap Anak, Ini Harapan Tokoh Pemuda Sanggau 

SANGGAU - Setiap tanggal 23 Juli kita memepringati Hari Anak Nasional (HAN). Tokoh Pemuda Sanggau, Abang Indra menyampaikan, Peringatan HAN tahun ini khususnya di Kabupaten Sanggau menyisakan berbagai peristiwa kekerasan yang dialami anak-anak kita. Untuk itulah, ia meminta Pemerintah Daerah bersama instansi dan stake holder terkait segera mencarikan solusi agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi.

"Mungkin kita masih ingat beberapa bulan lalu, terjadi dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang berstatus pelajar, kemudian pembunuhan seorang pelajar SMP oleh ayah kandungnya sendiri dan terakhir kasus pembunuhan anak usia dua tahun di Kelurahan Ilir kota yang juga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Ini kasus-kasus yang muncul dipermukaan, bagaimana dengan kasus-kasus lain yang belum terekspos, "katanya, Rabu (24/7/2019).

Dari beberapa kasus tersebut, kata Indra, membuktikan tingginya kasus kekerasan terhadap anak. Untuk itukah diharapkan agar peran pemerintah dan instansi terkait beserta seluruh stake holder terkait dalam melindungi hak-hak anak.

Baca: TRIBUNWIKI: Agenda Festival Bumi Khatulistiwa 2019

Baca: 1.512 Satgas Edukasi Warga, Sasar 100 Desa Rawan Karhutla

Baca: Minim Air dan Penerangan, Orangtua Murid Dinas Pendidikan Beri Perhatian Sekolah

"Sebenarnya ini memang tugas kita bersama, khususnya para orang tua. Tetapi sebagai aparatur negara, tentu pemerintah memiliki segalanya, termasuk kebijakan dan anggaran dalam menyelesaikan persoalan ini, minimal kampanye atau sosialisasi dilakukan terus menerus terutama di lingkungan keluarga yang rentan terjadi kekerasan terhadap anak,"tegasnya.

Indra meminta, Pemerintah bergerak cepat, libatkan semua stake holder terkait karena solusi dari persoalan ini adalah kerjasama, sinergi dan kekompakan.
"Kesadaran kepada masyarakat harus kita tingkatkan. Pemetaan terhadap potensi kekerasan terhadap anak baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulannya harus kita lakukan sehingga potensi itu bisa kita minimalisir,"tuturnya.

Selamat Hari Anak Nasional. Semoga kedepan tidak ada lagi kasus-kasus yang melibatkan korban maupun pelaku kekerasan ataupun kejahatan terhadap anak, khususnya di Kabupaten Sanggau. "Anak-anak adalah aset bangsa, mari kita jaga mereka. Menjaga mereka berarti kita menjaga bangsa ini dari kehancuran, "pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved