Liputan Khusus
Siswi SDN 03 Pontianak Takut Toilet Ambruk
Kalau di WC depan ini biasanya tidak ada air, kadang kotor, terus ada yang BAB kadang tidak disiram karena kehabisan airnya
Siswi SDN 03 Pontianak Takut Toilet Ambruk
PONTIANAK - Selain ruang kelas yang memadai, ternyata fasilitas pendukung seperti toilet siswa belum terpenuhi dengan baik di sejumlah sekolah dasar negeri di Kota Pontianak.
Dari penelusuran Tribun, ada banyak toilet siswa yang masuk kategori tak layak digunakan.
Raisa dan Mikaila, siswa kelas 6 SDN 03 Pontianak, Jl Sulawesi terlihat terburu-buru. Keduanya menuju bangunan kecil di ujung kanan belakang sekolah. Rupanya Raisa dan Mikaila hendak buang air kecil di toilet.
Kondisi toilet yang hendak keduanya pakai sungguh memprihatinkan. Dua unit toilet yang bergandengan ini nyaris ambruk.
Bangunan toilet sudah miring ke belakang. Tak ada pilihan lain untuk Raisa dan Mikaila selain menggunakan toilet ini. Meski takut toilet tiba-tiba ambruk, keduanya tak punya pilihan.
"WC yang puterinya mau roboh mau ke sebelah. Mau ke WC depan kadang tidak ada air, jadi mau ndak mau lah ke WC yang mau roboh. WC cowok juga kotor," kata Raisa dan Mikaila kepada Tribun bergantian, Selasa (23/7).
Baca: Kelompok 40 KKL IAIN Pontianak Diskusi dan Pengenalan Bersama Pamong
Baca: Live Streaming Bayern Munchen Vs AC Milan di Mola TV Segera Berlangsung ICC 2019, Piatek Vs Neuer
Saat menggunakan toilet, keduanya juga harus bergantian. Saat Raisa menggunakan toilet, Mikaila harus memegang erat pintu dari luar. Pasalnya pintu tak lagi dilengkapi dengan kunci. Keduanya mengaku takut menggunakan toilet ini.
Karena terbiasa, keduanya menjadi berani. Jika sedang ramai, siswa harus antre untuk bergantian mengunakan toiler. "Kita sih kepengen WC bagus, karena sekarang WC hampir roboh," harap Raisa.
Tribun lantas memantau kondisi toilet lainnya yang berada di bangunan tengah sekolah. Ditempat itu, Tribun bertemu Sasa dan Fraya, siswa kelas 3. Keduanya tampak menutup hidungnya ketika hendak masuk toilet.
Selain Sasa dan Fraya, ada pula sejumlah siswa laki-laki yang tengah mengantre. Rupanya, toilet siswa laki-laki dan perempuan berada di tempat yang sama. Tolet dibuat saling berhadapan. Saat mengantre, siswa laki-laki dan perempuan berada di lorang yang sama.
Dari segi kebersihan, dua unit toilet yang nyaris ambruk di belakang sekolah lebihbaik. Sasa mengaku lebih memili toilet belakang sekolah jika hendak buang air besar atau kecil.
"Kalau di WC depan ini biasanya tidak ada air, kadang kotor, terus ada yang BAB kadang tidak disiram karena kehabisan airnya," ungkap Sasa.
Kedua siswi ini mengaku risih lantaran toilet perempuan dan laki-laki digabung. "Pengen WC yang pisah. Kalau sama cowok suka ganggu dan ribut. Biasanya mereka main masuk-masuk jak ke WC. Kalau WC belakang mau roboh," pungkasnya.
Keluhan kurang bersihnya toilet sekolah juga disampaikan siswa kelas 6, SDN 24 Pontianak, Jl HM Swignyo. Ada tiga siswa yang Tribun temui sepulang sekolah yakni Dika, Adit dan Rasin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/siswi-sd-ke-wc.jpg)