BI Luncurkan Buku Pusaran Sejarah Kalbar, Bukti Geliat Ekonomi Awal 1900
Buku ini memberikan secercah cahaya di ruang gelap karena menggambarkan keunikan dan dinamika perekonomian di Kalbar tempoe dulu.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Bank Indonesia menggelar Bedah Buku Sejarah dan Heritage "Menegakkan Kedaulatan dan Ketahanan Ekonomi:Bank Indonesia Dalam Pusaran Sejarah Kalimantan Barat", di Aula Kantor Bank Indonesia Kalbar, Senin (22/7/2019).
Buku ini memberikan secercah cahaya di ruang gelap karena menggambarkan keunikan dan dinamika perekonomian di Kalbar tempoe dulu.
Direktur BI Institute, Arlyana Abubakar, menyampaikan bahwa Bank Indonesia memiliki perjalana sejarah yang panjang. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana perjalan De Javasche Bank yang dimulai pada 1906 hingga nantinya bertransformasi menjadi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat.
"Dinamika yang terjadi pada perkembangan ekonomi daerah tersebut menjadi alasan kuat bagi kehadiran bank sentral sejak awal masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembukaan De Javasche Bank Agentschap Pontianak pada 1906 merupakan kantor cabang ketiga di luar pulau Jawa setelah Padang dan Makasar," jelas Arlyana.
Terkait buku tersebut, ia menjelaskan buku serupa juga diterbitkan di Makassar, Solo, Medan, Padang dan Surabaya.
"Di Pontianak ini adalah buku pertama yang diterbitkan di Kalimantan," ujar Arlyana.
Baca: Kemenkum HAM Kalbar Gencarkan Sidak HP Dalam Lapas
Baca: Jadi Mandiri setelah Mengurus Berkas Persyaratan Bidikmisi, Nisa Ceritakan Kronologinya
Satu di antara pemapar dalam bedah buku adalah Nawiyanto yang menjelaskan buku ini memberikan secercah cahaya di ruang gelap karena menggambarkan keunikan dan dinamika perekonomian di Kalbar.
"Arsip -arsip juga dipakai sepertinya di literasi yang lain belum banyak dipakai, karena ini memang milik Bank Indonesia. Buku ini tidak hanya membangun dari the power word tapi ada banyak ilustrasi yang terlihat jelas sehingga seperti kita berjalan di lorong waktu," ungkap Nawiyanto yang merupakan Dosen Sejarah di Universitas Jember.
Pendirian De Javasche Bank membuktikan geliat ekonomi di Kalbar yang luar biasa. Perdagangan kopra yang sangat besar, sehingga ada kecemasan terhadap Singapura jadi DJB berfungsi untuk membentengi Kalbar dari relasi di luar.
Buku Menegakkan Kedaulatan dan Ketahanan Ekonomi:Bank Indonesia Dalam Pusaran Sejarah Kalimantan Barat ini ditulis oleh Alyana Abubakar, Rita Krisdiana, Syafaruddin Usman, Uray Feri Andi, Mirza Ardi Wibawa dan Allan Akbar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Prijono menyampaikan buku ini menarik dan isinya menyajikan empat unsur. Yakni ada keunikan, kebaruan, menarik, dan aksesbilitas.
"Di buku digambarkan kalau Kalbar itu sangat strategis. Di sini terlihat perjalanan ekonominya yang didorong dari karet dan kopra bahkanada juga emas. Makanya dulu banyak yang datang dari Daratan Cina untuk eksplor emas," ujar Prijono.
Pemapar bedah buku lainnya adalah Prof Dorodjatun Kuntjoro Jakti yang menyebutkan kehadiran buku sejarah ini sangat tepat untuk dibaca semua orang termasuk generasi milenial.
"Buku ini membantu berimajinasi bagaimana sejarah ekonomi dan bisnis yang terkait dengan perkembangan jangka sangat lama dari lembaga perekonomian bisnis sosial dan politik di wilayah Kalbar," ujar Mantan Menko Perekonomian era Presiden Megawati tersebut.
Menurutnya hal ini sangat dimungkinkan dengan digunakannya sejumlah besar informasi data dan analisa tentang berbagai hal yang berkenaan dengan wilayah dan penduduk Kalbar yang tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk masyarakat setempat.