BDD Hadirkan Sejumlah Praktisi dan Ahli Industri Kreatif Digital

Setiap deputi kemudian menerjemahkan visi dan misi di atas melalui berbagai program unggulan yang bisa diimplementasikan dalam konteks 16 subsektor

BDD Hadirkan Sejumlah Praktisi dan Ahli Industri Kreatif Digital
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Press Conferece Bekraf Developer Day (BDD) yang digelar di iBis Hotel Pontianak, Sabtu (20/7). Dan dihadiri langsung oleh Deputi Infrastruktur Hari Santosa Sungkari, Kepala Bidang Kominfo Pontianak Alfian, Nur Rohman Head of Reviewer Dicoding Indonesia, Riszky Ramadhan Founder Bujang Karir.   

BDD Hadirkan Sejumlah Praktisi dan Ahli Industri Kreatif Digital 

PONTIANAK - Dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, Pontianak yang merupakan kota kelima penyelenggaraan Bekraf Developer Day (BDD) 2019 setelah Bandar Lampung, Gorontalo, Mataram, dan Purwokerto.

BDD yang telah berlangsung di kota-kota sebelumnya juga turut menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan ahli industri kreatif digital Tanah Air, diantaranya Deny Prasetyo (Senior Software Engineer – Go-Jek Indonesia) lalu Muhammad Noval (Product Marketing Executive – Visual Products), Kevin Filmawan (Data Scientist – Tokopedia), Satria Pratama Putra Apriyanto (Head of Product Service Development – advosquare.com), dan Irsan Suryadi Saputra (Cloud Seller – IBM) yang akan mengisi sesi Industry talkshow.

Baca: Bekraf Dorong Kontribusi Industri Kreatif Digital di Kalbar

Sesi aplikasi akan diisi sejumlah pakar diantaranya Nurendrantoro (CTO - Wowbid),  Andrew Kurniadi Lim (CEO – PT. Lumio Inovasi Technology), Andri Suranta Ginting (Product Engineer – GOJEK) dan Widyarso Joko Purnomo (Academy Content Writer – Dicoding Indonesia).

Sementara itu para developer lokal juga dapat mengikuti sesi game yang akan diisi oleh Agil Julio (Game Engineer - Dicoding Indonesia),  Ihwan Adam Ardisasmita (CEO – Arsanesia), Orlando Nandito Nehemia (Founder – Miracle Gates Entertainment), dan Rachmad Imron (CEO / Co Founder- PT Digital Semantika Indonesia / Digital Happiness).

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

Baca: Film Drama Komedi Mahasiswi Baru, Bisa Menjadi Referensi Tontonan Anda

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sendiri adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif dengan enam belas subsektor. 

Bekraf mempunyai visi membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 nanti.

Bekraf juga menetapkan ada 16 subsektor dari industri kreatif yang menjadi fokus untuk dikelola dan dikembangkan. 

Setiap deputi kemudian menerjemahkan visi dan misi di atas melalui berbagai program unggulan yang bisa diimplementasikan dalam konteks 16 subsektor tersebut. 

Terbentuknya Bekraf merupakan optimisme pemerintah bahwa ekonomi kreatif pasti akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved