Sering Terjadi Kecelakaan di Sektor Trasnportasi Air, Ombusman Gelar FGD
Ia mengatakan bahwa kondiai transportasi air di wilayah Kalimantan Barat dalam konteks keselamatan terkadang baik dan terkadang kurang baik.
Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
Sering Terjadi Kecelakaan di Sektor Trasnportasi Air, Ombusman Gelar FGD
PONTIANAK- Ombudsman RI perwakilan Kalbar gelar Fokus Group Discussion (FGD) rapid assessment (penilaian cepat) tentang pelayanan publik pada transportasi angkutan sungai di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Ray, dan Kabupaten Kayong Utara, Jumat (19/7/2019)
Kegiatan ini di gelar di hotel Orchardz Pontianak yang terletak di jalan Perdana, kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.
Terlihat pada FGD ini di hadiri langsung Kepala Ombudsman RI Agus Priyadi, dan beberapa perwakilan dari Dinas Perhubungan terkait pada kegiatan ini.
Baca: Warga Sebut Pembangunan Bandara dapat Meningkatkan Perekonomian di Singkawang
Baca: 7 Momen Bakat Tak Terduga Jungkook Buktikan Sebutan Golden Maknae BTS
Agus Priyadi, Kepala Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat menyampaikan pada sambutannya bahwa letak geografis provisi Kalimantan barat membuat transportasi sungai menjadi salah satu nadi penunjang transportasi dan ekonomi.
"Kalimantan Barat merupakan sebuah provinsi Kalimantan Barat dengan aliran sungai yang cukup banyak, contohnya sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang lebih kurang 1143 kilometer,"ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa kondiai transportasi air di wilayah Kalimantan Barat dalam konteks keselamatan terkadang baik dan terkadang kurang baik.
"Dari aspek keselamatan beberapa kecelakaan menimbulkan korban, hal ini mendorong kami dari Ombusman RI untuk melakukan kajian guna menelisik dan mencari formulasi demi mengantisipasi menambah jatuhnya korban dan memperbaiki pelayanan, hal ini sejalan dengan amanat UU nomor 37 2008 tentang Ombudsman dan UU 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik,"paparnya.
Diharapnya Dengan kajian yang dilakukan pihaknya dapat memperbaiki pelayanan publik dalam transportasi air di wilayah Kalbar.
"Dan semoga, kegiatan FGD ini dapat Menghasilkan keputusan, menghasilkan rumusan, solusi, dan pemecahan masalah yang komprehensif terkait penyelenggaraan pelayanan publik di sektor transportasi sungai dan penyebrangan,"jelasnya.