150-an Driver Ojol Terkena Putus Mitra, Gelar Aksi Tuntut Kejelasan

Manajemen GO JEK saat ditemui awak media untuk dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak bersedia memberikan keterangan apa-apa.

150-an Driver Ojol Terkena Putus Mitra, Gelar Aksi Tuntut Kejelasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Koordinator aksi Driver Ojol, Supriadi¬† ¬† 

150-an Driver Ojol Terkena Putus Mitra, Gelar Aksi Tuntut Kejelasan

PONTIANAK - Koordinator aksi Supriadi mengatakan, kehadirannya bersama rekannya ke kantor GOJEK untuk menuntut kejelasan tentang adanya putus mitra. Karena, kata dia, semua membutuhkan pekerjaan, dengan adanya putus mitra maka sejumlah rekannya menganggur. 

Ia mengatakan, sudah ada sekitar 150 rekannya yang mengalami putus mitra sejak 4 Juli lalu. Selain itu para driver ojol ini juga kebingungan dengan adanya putus mitra ini. Mereka mempertanyakan dimana letak kesalahan yang dialami. 

"Jadi dengan adanya putus mitra massal ini kita tidak tahu kesalahan kami apa, sistemnya yang error ataukah dari kami sendiri yang error. Makanya dari situ kami sangat butuh penjelasan dari pihak GOJEK," ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Baca: VIDEO: Driver Ojol Gelar Aksi, Ini Tuntutannya

Baca: Ratusan Driver Ojol Datangi Kantor GO JEK Tuntut 2 Hal

Karena, lanjut dia, sudah selama 2 minggu mereka menunggu kejelasan namun tidak juga membuahkan hasil dari pihak GOJEK. Namun, para ojol akhirnya menyepakati dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak GOJEK, tanpa menyebutkan secara rinci hasil dari pertemuan perwakilan ojol dengan manajemen GOJEK. 

"Hasilnya tadi kita memang setujui apa keputusan dari manajemen sendiri karena kita kan sifatnya kan ngikutin kerja perusahaan, apa yang istilahnya perusahaan gerakan itu yang kita ikuti, sebabnya kan kita di sini kan kerja bukan dapat gaji. Kerja dengan hasil keringat kita sendiri," jelasnya.

Baca: Polisi Tangkap Driver Ojol Yang Jambret Ponsel Anak, Ternyata Ini Motifnya

Baca: Demi Menyambung Hidup, 2 Anak Artis Top Indonesia Ini Jadi Kuli Bangunan & Driver Ojol

Ia menambahkan, ia bersama rekan-rekannya masih menunggu manajame GOJEK untuk memberikan solusi terbaik. Karena menurutnya, para driver ojol ini hanua menuntut keadilan saja. 

Manajemen GOJEK saat ditemui awak media untuk dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak bersedia memberikan keterangan apa-apa. 

"Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan statmen apapun, karena semuanya di pusat. Mohon maaf ya sekali lagi," ujar pria dari manajemen GOJEK ini.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved