TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Cagar Alam Mandor, Berikut Keunikannya!

Cagar Alam Mandor ditunjuk dan ditetapkan berdasarkan SK Het Zelfbestuur Van Het Landscap Pontianak No. 8 Tgl 16 Maret 1936

Tayang:
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

TRIBUNWIKI: Yuk Kenali Cagar Alam Mandor, Berikut Keunikannya!

PONTIANAK - Kronologis Cagar Alam Mandor ditunjuk dan ditetapkan berdasarkan SK Het Zelfbestuur Van Het Landscap Pontianak No. 8 Tgl 16 Maret 1936, SK De Residen der Westafdeling Van Borneo Tgl 30 Maret 1936, SK Menteri Pertanian RI No. 757/Kpts/Um/10/1982 Tgl 12 Oktober 1982 Cagar Alam (Penunjukan kawasan seluas 3.080 ha), BA Tata Batas SK Dirjen Kehutanan Tgl 15-1-1980 (Tata batas definitif sepanjang 29 Km).

Dilansir dari laman web resmi BKSDA Kalbar, letak geografis Cagar Alam Mandor terletak antara 00°15’ - 00°20’ LU dan 109°18’ - 109°23’ BT dan secara administrasi masuk Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, Keadaan topografi di Cagar Alam Mandor umumnya datar dan berupa dataran rendah dan perbukitan dengan jenis tanah podsolik.

Baca: BREAKING NEWS - Satpam BRI di Ngabang Ditusuk Orang Tak Dikenal, Sejumlah Uang Dibawa Kabur

Baca: Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Tim Evaluator dan TPI Lakukan Verifikasi Lapangan

Potensi Flora Vegetasi didominasi oleh beberapa jenis pohon seperti:

- Meranti (Shorea spp),

- Rengas (Gluta renghas),

- Jelutung (Dyera costulata)

- Tengkawang (Shorea stenoptera).

Selain jenis yang mendominasi tersebut dalam kawasan ini juga banyak terdapat jenis mempunyai nilai ekonomis lainnya seperti:

- Merbung/Mabang (Shorea pachyphylla), -

- Agatis (Agathis bornensis),

- Kebaca (Melanorrhoa walicchii),

- Keladan (Dryobalanops becarii),

- Ramin (Gonystylus bancanus) dan beberapa jenis tumbuhan lain,

Selain jenis pohon pada kawasan ini juga terdapat 15 jenis anggrek yang antara lain:

- Angrek Hitam (Cologyne pandurata), 

- Angrek Kuping Gajah (Bulbophylum beccarii),

- Angrek Tebu (Gramotophyllum grama),

- Angrek Lilin Kecil (Cleisostom subulatum)

- Nephenthes

Potensi Fauna yang dahulunya pernah dijumpai di CA. Mandor antara lain:

- Beruang Madu (Herlactos malayanus),

- Kelempiau (Hylobates agilis),

-Kancil (Tragulus Napu dan Tragulus javanicus),

- Rusa Sambar (Cervus unicolor),

- Binturong (Arctictis binturong),

- beberapa jenis musang (Viverriae) 

- Landak (Hysterix branchyura) 

Salah satu keunikan Habitat dan Tipe ekosistem yang terdapat di kawasan ini adalah hutan rawa gambut, hutan hujan dataran rendah dan hutan kerangas.

Permasalahan pada kawasan ini adalah terjadinya penambangan emas oleh masyarakat secara massal 2009 – 2011, kegiatan peti 2013 masih tetap ada walaupun jumlah pelakunya sudah berkurang dan pola kerjanya berkelompok antara 3 – 4 orang, dengan TKP lebih terkonsentrasi di sekitar pal batas Nomor B. 12, B. 46, B. 70, dusun Kopiang dan sekitarnya.

Upaya dan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan adalah operasi Pengamanan Fungsional, Operasi Penertiban dari Polda Kalbar, Koordinasi dengan aparat terkait, koordinasi melalui surat kepada Bupati Landak dan Kapolres landak melalui surat nomor : S.62/IV-K.21/Kons/SKW-III/2013 tanggal 25 Juni 2013 Perihal Mohon Bantuan dan Dukungan Penertiban, peningkatan frekwensi patroli rutin dengan metode pendekatan persuasife education, kegiatan Evaluasi fungsi Regular Kawasan Cagar Alam Mandor dengan melibatkan Akademisi dari Universitas Tanjung Pura, terutama untuk memotret perkembangan dari sisi aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya serta aspek Ekologi Masyarakat sekitar CA. Mandor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved