Pertama Kali, Penerimaan Jubah Suster OSA Terbuka Untuk Umum

Peristiwa ini langka karena selama ini penerimaan jubah suster OSA dilaksanakan di Kapel biara saja. Namun kali ini dilaksanakan di gereja paroki.

Pertama Kali, Penerimaan Jubah Suster OSA Terbuka Untuk Umum
Tribunpontianak.co.id/Stefanus Akim
PENERIMAAN JUBAH BIARA - Empat suster dari Tarekat/Kongregasi Santo Augsutinus atau biasa dikenal dengan nama Suster OSA, dari kiri ke kanan Evifania Messy, Mela Maria, Agatha Rubiningsih Konten, Dionisia Haumeni yang akan menerima jubah biara di Paroki Stella Maris, Siantan, Minggu 21 Juli 2019. 

Citizen Reporter
Oleh: Edi Petebang | Panitia

Hari Minggu, 21 Juli 2019 terjadi peristiwa bersejarah di Paroki Stella Maris, Siantan, Pontianak. Hari ini, pertama kalinya, akan dilaksanakan misa penerimaan jubah biara untuk empat orang suster dari Tarekat/Kongregasi Santo Augsutinus atau biasa dikenal dengan nama Suster OSA. Misa kudus dipersembahkan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus bersama sejumlah pastor konselebran.

Peristiwa ini langka karena selama ini penerimaan jubah suster OSA dilaksanakan di Kapel biara saja. Namun kali ini dilaksanakan di gereja paroki dimaksudkan sebagai promosi panggilan supaya generasi muda Katolik mau menjadi biarawan/wati. Juga sekaligus dalam rangka perayaan 70 tahun karya suster OSA di Indonesia.

"Saya menghimbau umat Stella Maris khususnya dan umat Katolik di Pontianak agar dapat menghadiri misa ini. Kita harus memberikan dukungan penuh untuk para Suster OSA agar mereka terus mampu menjadi garam dan terang dunia di tengah-tengah masyarakat melalui karya-karya mereka," harap Pastor Kornelius Kuli Keban MSC, Pastor Paroki Stella Maris.

Menurut Ketua Panitia, Sution, selesai misa akan diadakan ramah tamah bersama Bapak Uskup bersama umat dan tamu undangan. Umat sekalian diundang untuk memberikan doa dan dukungan bagi para suster OSA serta biarawan/wati umumnya.

Pendidikan dan Kesehatan
Para Suster OSA terkenal dengan karya di bidang pendidikan dan kesehatan. Di Ketapang para Suster OSA mengelola Rumah Sakit Fatima, rumah sakit swasta terbesar dan terbaik di sana. Di Pontianak para Suster OSA memang belum lama berkarya. Mereka mengelola PAUD dan penitipan anak di Jalan Rajawali serta biara calon-calon suster di Batu Layang, Gg Beringin.

Tarekat OSA mempunyai visi: Kebahagiaan terdalam. Menurut Augustinus, panggilan manusia untuk mencintai karena dicintai Tuhan, mendorong kita untuk melibatkan hidup sepenuhnya dalam membangun dunia sesuai dengan semangat Injili "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenapjiwamu, dan denga segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mrk. 12: 30-31).

BACA: Viral Foto Biarawati Bagikan Takjil Buka Puasa di Pontianak, Suster Seba: Nilai Cinta Itu Luar Biasa

BACA: Setelah 300 Tahun, Surat yang Ditulis Setan Terkuak! Isinya Mengejutkan

Dengan visi ini tarekat mau ikut ambil bagian dalam mewujudkan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Konsekuensinya adalah karya tarekat hendaknya selalu merupakan perwujudan dari kehadiran Kerajaan Allah.

Halaman
12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved