Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Tim Evaluator dan TPI Lakukan Verifikasi Lapangan

Tahap wawancara dan presentasi Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) telah usai. ........

Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Tim Evaluator dan TPI Lakukan Verifikasi Lapangan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa. IST 

Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Tim Evaluator dan TPI Lakukan Verifikasi Lapangan

Tahap wawancara dan presentasi Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) telah usai. Kini, inovasi dari berbagai instansi pemerintah itu memperebutkan posisi 45 inovasi terbaik.

Tim Evaluator dan Tim Panel Independen (TPI) akan melakukan verifikasi lapangan untuk melihat secara nyata inovasi yang menjadi unggulan.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa mengatakan, verifikasi lapangan penting sebagai bukti dari inovasi yang dipresentasikan.

"Selain hasil presentasi, tim panel dan tim evaluator akan cek langsung bagaimana fakta di lapangan," ujar Diah, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (17/07/2019) sesuai rilis dari Humas MenPANRB

Sebelum verifikasi lapangan, pemerintah juga akan memberikan penghargaan kepada Top 99. Diah mengatakan, penghargaan Top 99 akan diserahkan oleh Menteri PANRB Syafruddin di Semarang, 18 Juli 2019.

Baca: Sedang Tanding Game Penentuan Indonesia Open, Ganda Putri Haris/Pradipta Vs Li/Zheng

Baca: Cakada di Daerah Perbatasan Diharap Transparan Pada Rakyat

Baca: RAMALAN ZODIAK Hari Ini Kamis 18 Juli 2019, Percaya Instingmu Cancer, Capricorn Bicaralah dari Hati

Dalam melakukan obsevasi dan verifikasi lapangan, TPI meminta Tim Evaluator atau menugaskan mystery shopper dengan mengedepankan integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas. Verifikasi diperlukan untuk memastikan kesesuaian informasi antara proposal dan dokumentasi inovasi dengan fakta di lapangan.

Khusus kepada pemerintah daerah yang masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan Dana Insentif Daerah (DID) untuk anggaran tahun 2020.

Inovasi-inovasi itu juga akan dikirim untuk mengikuti ajang kejuaraan dunia dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA). UNPSA dinyatakan oleh PBB sebagai penghargaan PBB yang paling prestisius, karena melibatkan berbagai sektor lembaga internasional untuk pencapaian Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan 2030.

Indonesia mencatatkan prestasi internasional yang membanggakan dari hasil KIPP. Pada UNPSA 2015 di Kolombia, dua inovasi Indonesia yaitu Kemitraan Dukun Beranak dengan Tenaga Medis Dalam Rangka Mengurangi Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan dari Kabupaten Aceh Singkil dan Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) dari Kabupaten Sragen mendapatkan posisi runner up.

Kemudian pada UNPSA 2018 di Maroko, Indonesia bahkan mendapatkan posisi pertama untuk inovasi Pengendalian Malaria dengan Sistem Early Diagnosis and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Di tahun 2019, Indonesia kembali mendapatkan posisi pertama untuk inovasi PetaBencana.id dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menerima penghargaannya pada tanggal 24 Juni 2019 di Baku, Azerbaijan.

Indonesia saat ini sedang menuju tradisi juara UNPSA, karena sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 2014, 2015, 2018, dan tahun 2019, Inovasi Indonesia menempati posisi juara. "Oleh karena itu untuk UNPSA 2020, kami akan memulai seleksi terhadap Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 untuk diikutsertakan dalam UNPSA 2020," tandas Diah. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved