Citizen Reporter
Terkait UKT, Ini Penjelasan Wakil Rektor 2 IAIN Pontianak
Kita lihat IAIN di seluruh Indonesia, rata-rata UKT tertinggi mereka Rp 3,5 juta , sedang di IAIN Pontianak Rp3,4 juta
Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak, Siti Maulida
PONTIANAK - Sekumpulan mahasiswa aktivis IAIN Pontianak mengadakan Aksi Simpati terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal di Gazebo, aksi ini terdengar oleh Wakil Rektor 2 IAIN Pontianak yaitu Dr.H Saifuddin Herlambang, M.A. Sehingga ia turut gabung dalam sekerumpulan masa dan menyampaikan beberapa pesan terkait aksi ini, Senin (15/7/2019)
Dalam penyampaian awalnya ia sangat memandang positive terhadap aksi ini dan mengapresisasi mahasiswa yang melakukan aksi simpatik ini.
“Saya menganggap bahwa aksi kalian positive, dan saya mengapresiasi kalian karena kalianlah mahasiswa yang perduli terhadap perkembangan kampus” ungkapnya
Ia berbicara transparan terkait kenaikan UKT, bahwa kenaikan UKT termasuk perencanaan pimpinan dan sudah dikaji secara matang oleh rektor dan para pimpinan lainya.
“Kita lihat IAIN di seluruh Indonesia, rata-rata UKT tertinggi mereka Rp 3,5 juta , sedang di IAIN Pontianak Rp3,4 juta,” tutur .H Saifuddin Herlambang
Menurut penjelasannya, kuota UKT 1 yang bernominal Rp 400.000 memang sedikit yaitu 5% dari mahasiswa baru yang terdaftar, seleksi ini ketat supaya UKT ini tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pemberlakuan UKT bertujuan agar tidak ada gratifikasi dan untuk memproteksi mahasiswa. Selain itu mahasiswa yang mendapat UKT tinggi membantu mahasiswa yang UKT nya rendah.
Ia memaparkan bahwa untuk meningkatkan kualitas kampus dengan cara menaikan UKT, dan kenaikan UKT tidak ada hubungannya dengan pembangunan gedung serta gaji dosen.
Baca: RAMALAN ZODIAK Asmara Selasa 16 Juli 2019, Temukan Cara Bedamu Capricorn, Cinta ke Arah Spritual Leo
Baca: FINAL PIALA AFRIKA - Perjalanan Lengkap Aljazair ke Puncak, Rekor Sempurna El Khadra Ancaman Senegal
“Perlu kalian ketahui kenaikan UKT ini tidak ada kaitannya dengan pembangunan gedung apalgi gaji para dosen, UKT ini untuk membangun fasilitas kampus seperti penerapan pembayaran kampus online, laboraturium baru, penambahan 50% untuk fasilitas UKM wadah mahasiswa menyampaikan bakat dan aspirasi, serta peningkatan roomclass digital, agar setiap mahasiswa dapat menikmati wifi lancar,” jelas .H Saifuddin Herlambang
Selain itu ia menjelaskan bahwa masih ada beasiswa, seperti beasiswa bidikmisi yang dapat meringkankan mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi.
“Di kampus kita ini menyediakan beasiswa bidikmisi, diperuntukkan untuk mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi, tapi diutamakan yang tidak mampu, kami akan tegas jika beasiswa bidikmisi tidak tepat sasaran,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kenaikan-ukt-diprotes.jpg)