Gadis 17 Tahun di Kapuas Hulu Dilaporkan Hilang, Kapolsek Ungkap Kronologinya

Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Cahya Purnawan menyatakan, seorang gadis atasnama Agnesia Eriyati berusia 17 tahun asal Desa Melapi

Gadis 17 Tahun di Kapuas Hulu Dilaporkan Hilang, Kapolsek Ungkap Kronologinya
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

Gadis 17 Tahun DI Kapuas Hulu Dilaporkan Hilang, Kapolsek Ungkap Kronologinya

KAPUAS HULU -  Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Cahya Purnawan menyatakan, seorang gadis atasnama Agnesia Eriyati berusia 17 tahun asal Desa Melapi, Kecamatan Putussibau Selatan dikabarkan hilang sejak kemarin, Senin (15/7) dari kediaman orang tuanya di rumah Betang Melapi 04 daerah setempat.

"Kami sudah menerima laporan dugaan kehilangan seorang gadis remaja tersebut dan saat ini masih kami tindaklanjuti," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Cahya menjelaskan, sekitar pukul 06. 30 WIB, Senin (15/7) kemarin, korban pergi dari rumah Desa Melapi Betang 4, menuju sekolah yang berada di SMA Negeri 2 Putussibau. "Sekitar pukul 07. 00 WIB, korban singgah ke rumah bibi nya atasnama Anastasia yang tidak jauh dari rumah Retret Deo Soli, dengan tujuan beristirahat," ucapnya.

Terus kata Kapolsek, korban mengeluh sakit kepala ke bibi nya dan tidak pergi ke sekolah, oleh bibi nya korban diberikan obat dan sekalian korban istirahat. "Terus pukul 13. 00 WIB, bibi korban pergi ketempat kerja, sedangkan korban langsung pulang menuju rumah orangtuanya di Desa Melapi," ujarnya.

Sesampainya dirumah, korban langsung istirahat dan menonton televisi, ibu korban yang saat itu juga ada dirumah langsung pergi menuju Kota Putussibau menuju Koperasi Credit Union (CU) untuk mengambil uang.

Baca: Tengah Asyik Berkendara, Motor Sanus Warga Kapuas Hulu Tiba-tiba Terbakar, Sisa Besi Rangka

Baca: TRIBUNWIKI: Arti dan Makna Lambang Kabupaten Mempawah

Baca: Guntur Yakin Dapat Dukungan Hanura dan Demokrat Maju Pilkada Sambas

Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, ibu korban kembali kerumah, karena mendengar informasi dari bibi korban bahwa korban tidak masuk sekolah, sang ibu pun menasehati korban. "Jadi ibunya menasehati korban, agar tidak berbohong kalau tidak masuk sekolah, tetapi korban saat itu diam saja," ucapnya.

Namun, sekitar pukul 16. 30 WIB, ibu korban pergi kedepan rumah Betang (rumah khas Dayak), ada salah satu warga yang melihat korban pergi menuju belakang Betang berdiam diri  di dekat kolam menggunakan jaket panjang warna biru dan celana panjang warna hitam.

" Saat Ibu korban pergi kebelakang Betang, korban sudah tidak terlihat lagi, namun ada warga lain sebelumnya melihat korban berjalan kearah hutan belakang Betang, kemudian Ibu korban bersama sejumlah warga setempat berusaha mencari korban, namun sampai saat ini korban belum ditemukan," kata Cahya.

Atas kejadian tersebut, jajaran kepolisian Polres Kapuas Hulu, khusus Polsek Putussibau Selatan sedang melakukan melakukan penyelidikan dan pencarian yang juga dibantu oleh warga dan komunitas bencana Kapuas Hulu. "Kita berharap Agnesia Eriyati  segera ditemukan dalam keadaan selamat," ungkapnya. (rul)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved