TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Gelang Tongang Kepercayaan Adat Warga Desa Sekukun Untuk Tolak Bala

Gelang Tongang dipercaya dapat menangkal segala macam bentuk bencana atau bahaya bagi orang yang memakainya, khususnya bagi tamu luar

TRIBUNWIKI: Gelang Tongang Kepercayaan Adat Warga Desa Sekukun Untuk Tolak Bala
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Ibu Nipis (55) saat membuat gelang Tongang. 

TRIBUNWIKI: Gelang Tongang Kepercayaan Adat Warga Desa Sekukun Untuk Tolak Bala

KETAPANG - Membicarakan keberagaman adat istiadat di Kalimantan Barat tentu banyak hal yang menarik untuk diketahui. Berbagai macam daerah memiliki suku dan kultur budaya masing-masing.

Satu diantaranya suku Dayak Kayong dari Desa Sekukun Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang. Warga disana memiliki kepercayaan dari leluhur mereka untuk menggunakan gelang Tongang.

Gelang Tongang dipercaya dapat menangkal segala macam bentuk bencana atau bahaya bagi orang yang memakainya, khususnya bagi tamu luar yang baru datang ke desa tersebut.

Selain itu gelang Tongang juga biasa digunakan oleh warga setempat untuk pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Pembangunan Jalan & Jembatan yang Dibangun Midji di 14 Kabupaten Sepanjang 2019

Baca: TRIBUNWIKI: Mengenal Ketua dan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI

Baca: TRIBUNWIKI: Toko Giantz Sanggau Sediakan Wahana Permainan Anak-anak

Ibu Nipis (55) yang merupakan penduduk asli Desa Sekukun dan juga seorang pembuat gelang Tongang mengatakan kalau kepercayaan tersebut sudah dilakukan oleh warga setempat sejak ia masih kecil. Dikatakannya, gelang Tongang juga digunakan oleh dukun setempat untuk melaksanakan segala bentuk ritual.

"Sebelum dipakaikan ada ritual khusus terlebih dahulu, dan nantinya Ketua Adat yang akan memakaikan," jelasnya kepada Tribun. Kamis (14/07/2019).

Gelang Tongang sendiri dibuat dari daun Sengkubak yang banyak ditemui di Desa Sekukun. Selain itu nantinya daun tersebut diisi oleh beras dan disimpan di tempat khusus yang bernama bakul Pemangan'an.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved