Hadiri Seminar Adat PGD ke-VIII, Ini Yang Akan Diperjuangkan Wabuo Askiman

Maka dari itu, dirinya menilai harus terus perkuat keberadaan masyarakat Dayak sebagai masyarakat adat

Hadiri Seminar Adat PGD ke-VIII, Ini Yang Akan Diperjuangkan Wabuo Askiman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang menggelar Seminar Adat sebagai rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-VIII Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Aula CU Keling Kumang, Rabu (10/7/2019) kemarin. 

Hadiri Seminar Adat PGD ke-VIII, Ini Yang Akan Diperjuangkan Wabuo Askiman

SINTANG- Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang menggelar Seminar Adat sebagai rangkaian kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-VIII Kabupaten Sintang Tahun 2019 bertempat di Aula CU Keling Kumang, Rabu (10/7/2019) kemarin. 

Menurut Sekretaris Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke-VIII Tahun 2019, Antonius bahwa seminar diikuti oleh perwakilan masyarakat adat dari 14 kecamatan, tokoh masyarakat, dan juga mahasiswa.  

Seminar tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sintang, Askiman. Dijelaskan Akiman, bahwa Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2015 tentang pengakuan dan perlindungan kelembagaan adat dan masyarakat hukum adat belum disosialisasikan dengan baik. 

Baca: Bupati Jarot Minta Masyarakat Dukung TMMD ke-105 Kodim 1205/Sintang

Baca: Zodiak Minggu Ini: Manfaatkan Momen Bergairah Untukmu Sagitarius

“Aturan turunannya juga belum ada, seperti Peraturan Bupati. Sebenarnya ada banyak aturan yang mengakui keberadaan masyarakat adat di Indonesia. Untuk bisa disebut masyarakat adat, kita harus memiliki wilayah adat, budaya, seni, dan hukum adat yang masih diakui," katanya. 

Menurutnya masyarakat adat Dayak juga sudah diakui di PBB, bahkan orang Dayak sudah ada perwakilan di PBB.

Maka dari itu, dirinya menilai harus terus perkuat keberadaan masyarakat Dayak sebagai masyarakat adat.

"Saya juga melihat ada resolusi PBB yang memperbolehkan Borneo disebut pulau Dayak. Sehingga ke depannya kita bisa memperjuangkan adanya sebutan Provinsi Dayak Kalbar, Provinsi Dayak Kalteng dan seterusnya sehingga sama dengan sebutan Jawa Timur, Jawa Tengah dan sebagainya. Saya juga mau memperjuangkan agar hari pelaksanaan Gawai Dayak sebagai hari besar daerah,” terang Askiman. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved