DPRD Sambut Baik Pelayanan Bayar Pajak Non Tunai, Namun Minta Ada Pengambangan Agar Tak ke Kantor

Syarif Amin menegaskan memang seharusnya ada inovasi yang dilakukan dalam pelayanan sehingga memudahkan masyarakat melakukan pembayaran.

DPRD Sambut Baik Pelayanan Bayar Pajak Non Tunai, Namun Minta Ada Pengambangan Agar Tak ke Kantor
TRIBUN/RUL
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, Syarif Amin Muhammad, saat diwancarai oleh awak media, Senin (7/9/2015). 

DPRD Sambut Baik Pelayanan Bayar Pajak Non Tunai, Namun Minta Ada Pengambangan Agar Tak ke Kantor

PONTIANAK - Adanya pengembangan layangan untuk pembayaran pajak melalui transfer atau elektronik banking yang dilakukan Samsat Provinsi Kalbar disambut baik oleh, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Syarif Amin Muhammad.

Syarif Amin menegaskan memang seharusnya ada inovasi yang dilakukan dalam pelayanan sehingga memudahkan masyarakat melakukan pembayaran.

"Pengembangan layanan ini tentunya sangat bagus, kita apresiasi dengan pengembangan pelayanan ini," ucap Syarif Amin Muhammad saat diwawancarai, Senin (8/7/2019).

Memang seharusnya, layanan harus mempermudah masyarakat, bukan mempersulit. Ia menegaskan beberapaa waktu lalu DPRD Pemprov Kalbar pernah melakukan studi banding oada Jawa Timur, disana sudah lama pembayaran melalui sistem elektronik banking atau mobile banking.

Baca: Muktamar di Bali Disebut Daniel Untuk Pengukuhan Cak Imin

Baca: REI Kalbar Pesimis Untuk Bisa Mencapai Target Penjualan Hunian di 2019

Baca: Polsek Teluk Batang Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Oleh sebab itu, ia menyambut baik apabuang dilakukan oleh Samsat dalam memaksimalkan pelayanan ini.

Ia meminta hal ini terus dikembangkan, janga hanya menjadi slogan semata. Namun harus memberikan manfaat yang besat.

"Kita lakukan studi banding di Jawa Timur memang pembayaran tidak lagi manual. Masyarakat dipermudah dan tidak ada alasan lagi orang tidak membayar pajak," tegasnya.

Kedepan ia tegaskan perlu dikembangkan mengenai kelanjutan sistem ini, saat ini masyarakat masih harus mendatangi Samsat untuk pengesahan STNK.

Maka pelayanan ini harus dikembangkan, sehingga tidak perlu lagi datang kekantor tapi pengesahan sudah bisa dilakukan melalui sistem yang ada sehingga ada efisiensi.

"Metode ini harus dikembangkan, kalau bisa masyarakat tak perlu lagi datang kekantor Samsat untuk mengesahkannya, tapi cukup menggunakan barcode saja sebagai pengesah STNK," pungkar Syarif Amin.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved