Pilkada Serentak 2020

Gidot Persilakan Kader Maju Pilkada 2020, Tanto Siap di Sekadau, Erma Sudah Diminta di Bengkayang

Gidot juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum memasang target untuk tujuh Pilkada di Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat, Suryadman Gidot (kanan) dan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat,Erma Suryani Ranik (kiri) saat menghadiri acara Silahturahmi dan Konsolidasi Partai Demokrat untuk kemenangan Pemilihan Legislatif tahun 2019 di Qubu Resort, kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (18/3/2019) siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot membuka peluang kepada semua kader untuk maju dalam Pilkada Serentak 2020 yang akan dilaksanakan di tujuh kabupaten di Kalbar. Ia mempersilakan jika kader yang siap maju dapat bersaing secara baik.

"Menurut saya biar saja mengalir, salah satu contoh siapa yang maju, silakan bersaing dengan baik saja," tutur kepada Tribun, Rabu (26/6).

"Saya pikir kita hadapi dengan biasa saja, karena ini bukan persoalan yang luar biasa. Pemilu itukan persoalan biasa-biasa saja, jangan juga kita anggap Pemilu, gemuruh apa," katanya.

Baca: Daftar Lengkap 270 Pilkada Serentak 2020 Seluruh Indonesia, 7 Kabupaten di Kalbar

Gidot juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum memasang target untuk tujuh Pilkada di Kalbar. Pihaknya masih menunggu rapat partai.

"Sampai hari ini kita masih menunggu keputusan MK, kalau MK sudah selesai nanti kita baru ada namanya Rakernas, atau Rapimnas. Setelah dari itu kita turunkan ke daerah, bagi daerah yang akan melaksanakan Pilkada,” katanya.

Maka dari itu, ia berpesan agar kadernya untuk mulai membaca potensi-potensi dan peluang masing-masing. Selain itu, ia juga berharap, kader menampung aspirasi dan harapan masyarakat di masing-masing daerah.

“Saya sudah minta untuk mulai membaca, mendengar aspirasi rakyat, sebenarnya rakyat itu maunya pemimpin seperti apa. Itu harus kita rekam, karena prosesnya juga tahun depan," tukasnya.

Baca: Ketua Pokja Rumah Demokrasi: Parpol Diharapkan Lahirkan Figur di Pilkada 2020

Satu diantara kader Demokrat Kalbar, Tanto Yakobus menungkapkan kesiapan dirinya maju di Pilkada 2020, tepatnya di Kabupaten Sekadau. "Tentunya saya siap bila diminta maju di Sekadau," katanya, Kamis (27/6/2019).

Anggota DPRD Kalbar ini pun menerangkan bahwa dirinya telah melakukan persiapan termasuk menjajaki partai koalisi. "Soal pasangan diserahkan ke partai koalisi itu. Tentu figur yang bisa diterima masyarakat," katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalbar, Tanto Yakobus saat diwawancarai awak media di Ruang Fraksi Demokrat DPRD Kalbar, Selasa (2/10/2018) sore.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalbar, Tanto Yakobus saat diwawancarai awak media di Ruang Fraksi Demokrat DPRD Kalbar, Selasa (2/10/2018) sore. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO)

Figur tersebut, lanjutnya, bukan hanya diterima, tapi juga tingkat keterpilihannya tinggi. Ia pun mengungkapkan jika sudah melakukan sosialisasi terlebih mesin partai disebutnya masih panas pasca Pileg.

"Soal peta politiknya, masih melihat peta koalisi calon kompetitor dulu, karena saya tahu persis peta dukungan dan karakter pemilih di Sekadau, polanya harus dikuasai betul," terangnya.

Baca: Lasmura Sambas Usulkan Nama Pabali Musa untuk Maju Pada Pilkada Sambas Mendatang

Baca: Pabali Musa Bicara Soal Kemungkinan Maju Pilkada Sambas

Lebih lanjut, Tanto mengaku siap untuk maju sebagai bupati. Ia menerangkan, dirinya maju guna pembangunan Sekadau yang berkeadilan dan tidak ada pengkotak-kotakan. "Sekadau rumah bersama untuk semua etnis dan agama yang ada," imbuhnya.

Kader Partai Demokrat lainnya, Erma S Ranik menerangkan jika dirinya belum bisa memastikan untuk maju Pilkada 2020. Walaupun, diakuinya telah banyak menerima masukan untuk maju.

"Dalam dua minggu ini saya menerima begitu banyak masukan dari kader dan masyarakat di Kabupaten Bengkayang agar bertarung di Pilkada 2020. Saya menghargai dengan sangat tinggi harapan-harapan tersebut. Saya belum bisa jawab dengan pasti," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini.

Erma S Ranik
Erma S Ranik (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Menurutnya, Pilkada adalah bagian dari mekanisme demokrasi untuk memberikan kepada rakyat pilihan pemimpin lokal yang bermutu, punya visi panjang untuk bekerja keras bagi kesejahteraan rakyat. Namun, lanjut Erma, jika sebagai kader dirinya harus siap jika ada perintah dari partai.

"Sebagai kader Partai Demokrat. Saya tentu saja harus siap menjalankan tugas partai. Tetapi sampai saat ini saya masih memilih menyelesaikan tugas-tugas saya di DPR sampai 30 September 2019," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved