Pilpres 2019

Yusril Ihza Mahendra Akui Tercengang dengan Bukti dan Saksi yang Dihadirkan Tim Prabowo di Sidang MK

Yusril Ihza Mahendra Akui Tercengang dengan Bukti-bukti yang Dihadirkan Tim Prabowo di Sidang MK

Yusril Ihza Mahendra Akui Tercengang dengan Bukti dan Saksi yang Dihadirkan Tim Prabowo di Sidang MK
Youtube Mata Najwa
Yusril Ihza Mahendra Akui Tercengang dengan Bukti-bukti yang Dihadirkan Tim Prabowo di Sidang MK 

Dirinya mencontohkan Rahmatsyah dihadirkan dari Kabupaten Batu Bara, yang ingin menerangkan terjadi pelangaran secara terstruktur. 

"Ditanya apa yang mau anda terangkan di sidang ini? Katanya saya mendapat kiriman Youtube di handphone saya, saya buka ada seorang Polisi yang mengajak atau memerintahkan masyarakat di Kabupaten Batu bara memilih pasangan 01, Pak Jokowi - Ma'ruf Amin. Tapi ketika ditanya siapa Polisi itu, apa pangkatnya, apa jabatannya, dia tidak tahu," ujar Yusril menceritakan keterangan saksi.

"Kapan diterima Youtube itu, dijawab sebelum Pemilu. Lalu yang paling penting ketika ditanya, yang menang di Batu Bara siapa? Prabowo - Sandi. Dia tidak menerangkan apa-apa di sidang itu. Itu satu contoh saja," paparnya. 

Yusril mengatakan, kecuali di Kabupaten itu Pak Jokowi - Ma'ruf menang 90 persen misalnya.

"Itu mungkin, karena disuruh sama Polisi itu. Tapi omongannya Polisi itu tidak ada efeknya sama sekali terhadap masyarakat di Kabupaten Batu Bara, apalagi di seluruh Indonesia," lanjutnya.

"Jadi saya melihat bahwa para saksi yang dihadirkan itu tidak mendukung dalil-dalil yang dikemukakan oleh pemohon di dalam permohonannya," urainya.

Menurut Yusril, terdapat hierarki bukti di persidangan MK seperti bukti pertama yakni surat dan kedua mengenai keterangan para pihak.

"Pertama, kita lihat bukti surat pun sangat lemah dan tak tersusun sistematik. Kedua, keterangan para pihak baru saksi, ahli dan alat bukti lain. Jadi untuk membuktikan kecurangan itu hanya mendengarkan keterangan dari ahli jasa foto tapi tak mendukung hal yang lain maka saya kira bukti tersebut lemah untuk memenangkan pemohon di sidang MK," ujar Yusril.

Yusril melanjutkan, terdapat hierarki bukti di persidangan Mahkamah Konstituasi (MK), seperti bukti pertama surat dan kedua mengenai keterangan para pihak.

"Pertama, kita lihat bukti surat pun sangat lemah dan tak tersusun sistematik. Kedua, keterangan para pihak baru saksi, ahli dan alat bukti lain. Jadi untuk membuktikan kecurangan itu hanya mendengarkan keterangan dari ahli jasa foto tapi tak mendukung hal yang lain maka saya kira bukti tersebut lemah untuk memenangkan pemohon di sidang MK," ujar Yusril.

Halaman
123
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved